legenda asal usul pulau kaledupa cerita rakyat dari wakatobi sulawesi tenggara - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Asal Usul Pulau Kaledupa, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara

Legenda Asal Usul Pulau Kaledupa, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara
images info

Legenda Asal Usul Pulau Kaledupa, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara


Kaledupa adalah salah satu gugusan pulau yang ada di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Ada sebuah cerita rakyat dari Sulawesi Tenggara yang menceritakan tentang legenda asal usul nama Pulau Kaledupa tersebut dulunya.

Simak kisah lengkap dari cerita rakyat Wakatobi, Sulawesi Tenggara tersebut dalam artikel berikut ini.

Legenda Asal Usul Pulau Kaledupa, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara

Disitat dari buku Cerita Rakyat Wakatobi (Bahasa Wakatobi dan Bahasa Indonesia), alkisah pada zaman dahulu hidup sebuah keluarga kecil yang tinggal di sebuah pulau yang ada di tenggara Pulau Koba atau Wangi-Wangi. Keluarga ini terdiri dari lelaki tua, istri, dan anaknya.

Sehari-hari lelaki tua ini bekerja sebagai petani di pulau tersebut. Dia memiliki ladang yang diolah setiap harinya.

Hasil dari ladang inilah yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga lelaki tua tersebut. Oleh sebab itu, lelaki tua ini akan selalu pergi ke ladang dan memaksimalkan hasil bumi yang dia tanam setiap harinya.

Pada suatu malam, lelaki tua ini mendapatkan sebuah mimpi dalam tidurnya. Lelaki tua tersebut bermimpi jika ladangnya akan terkena serangan hama.

Dalam mimpi tersebut, lelaki tua ini juga mendapatkan petunjuk untuk mencegah musibah itu. Dia mesti mengasapi semua ladangnya dengan menggunakan kemenyan.

Dengan demikian, hama-hama tersebut akan pergi dan mencegah ladangnya dari kerusakan. Lelaki tua ini langsung terbangun begitu mendapatkan mimpi tersebut.

Dirinya langsung mengumpulkan istri dan anaknya. Dia menceritakan mimpi yang baru saja dialami terkait kondisi ladang mereka ke depannya.

Lelaki tua ini kemudian mengarahkan istri dan anaknya untuk mencari kemenyan. Mereka berkeliling pulau agar bisa menemukan kemenyan tersebut.

Namun sayang tidak ada satupun kemenyan yang berhasil ditemukan di pulau itu. Lelaki tua ini tentu merasa cemas akan nasib ladang yang dia miliki nantinya.

Akhirnya lelaki tua itu menebang pohon kayu yang ada di sekitar ladangnya. Setelah menebang semua pohon kayu tersebut, lelaki tua itu langsung membakarnya.

Ternyata pohon kayu yang dia bakar tersebut mengeluarkan bau wangi. Lelaki tua ini yakin jika hasil pengasapan tersebut bisa mencegah ladangnya dari serangan hama.

Benar saja, beberapa waktu kemudian ladang lelaki tua tersebut tetap aman. Tidak ada satupun hama yang menyerang ladang tersebut.

Bahkan ladangnya justru makin subur dibandingkan waktu sebelumnya. Hal ini membuat hasil panen lelaki tua tersebut melampaui penduduk lain yang menghuni pulau tersebut.

Keberhasilan lelaki tua ini ternyata menarik perhatian masyarakat lainnya. Mereka kemudian menanyakan alasan di balik suksesnya hasil panen yang ada di ladang lelaki tua tersebut.

Lelaki tua ini kemudian menceritakan apa yang sudah dia alami sebelumnya. Dia juga menceritakan perihal pohon kayu yang dia tebang dan bakar sebelumnya.

Mendengarkan hal ini, masyarakat kemudian berbondong-bondong untuk menebang pohon yang mengeluarkan bau wangi tersebut. Mereka kemudian membakar pohon kayu itu di ladangnya masing-masing selayaknya perbuatan si lelaki tua sebelumnya.

Lelaki tua ini kemudian bertapa di bekas tempat tumbuhnya pohon kayu wangi tersebut. Dirinya mendapatkan sebuah ilham bahwa semua penduduk yang berniat baik untuk kehormatan negeri (Togo) di pulau tersebut, maka mereka akan merasakan kejayaan seperti yang dia alami sebelumnya.

Selain itu, dia mendapatkan pesan jika pulau tersebut akan bernama Togo Kauhedupa. Kelal negeri ini akan menjadi adik dari Negeri Wolio atau Buton.

Kata "Kauhedupa" sendiri berarti kayu yang dijadikan dupa. Hal ini merujuk pada pohon kayu wangi yang dibakar oleh lelaki tua dan masyarakat yang ada di pulau tersebut sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu, nama Kauhedupa ini kemudian berubah menjadi Kaledupa. Kisah dalam legenda inilah yang menjadi asal usul nama Pulau Kaledupa dulunya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.