Pulau Binongko adalah salah satu gugusan kepulauan yang ada di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Ada sebuah cerita rakyat dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang menceritakan tentang legenda asal usul Pulau Binongko tersebut dulunya.
Menurut kisahnya, nama pulau ini berasal dari teriakan awak kapal yang mendatangi daerah tersebut dulunya. Teriakan inilah yang kemudian menjadi nama pulau tersebut dan dikenal hingga saat ini.
Bagaimana kisah lengkap dari legenda asal usul Pulau Binongko yang ada di Wakatobi, Sulawesi Tenggara tersebut?
Legenda Asal Usul Pulau Binongko, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara
Dinukil dari buku Cerita Rakyat Wakatobi (Bahasa Wakatobi dan Bahasa Indonesia), pada zaman dahulu ada sebuah kapal besar yang berlabuh di suatu pulau. Ketika kapal ini bersandar, para awak kapal kemudian turun ke daratan.
Para awak kapal ini menyebar ke seluruh pulau tersebut. Mereka berupaya untuk mengenali daerah yang baru saja mereka temui itu.
Sejumlah awak kapal kemudian berjalan menuju tebing-tebing yang ada di sana. Ketika mendaki tebing tersebut, awak kapal kemudian bertemu dengan seorang ayah yang tengah berjalan dengan putranya.
Ayah dan anak ini ternyata penduduk asli di pulau tersebut. Para awak kapal kemudian menanyakan apa nama pulau tempat mereka bersandar pada waktu itu.
Namun ayah dan anak ini terlihat ketakutan melihat kedatangan awak kapal. Terlebih mereka sama sekali tidak mengerti bahasa yang disampaikan oleh para awak kapal tersebut.
Akibatnya ayah dan putranya ini langsung melarikan diri. Mereka berusaha menjauh dari para awak kapal.
Namun para awak kapal tidak membiarkan hal tersebut begitu saja. Mereka kemudian mengejar dan berhasil menangkap sang ayah.
Sementara itu, sang putra berhasil melarikan diri ke arah kampung. Dari kejauhan sang ayah berteriak pada putranya, "Wine angku, wine angku," yang berarti, "Amankan benih."
Sang ayah kemudian dijadikan penunjuk arah oleh para awak kapal. Dirinya kemudian mengarahkan para awak kapal menuju kampungnya.
Sesampainya di sana, para awak kapal dibuat terkejut karena banyaknya buah pala yang ada di sana. Para awak kapal terpesona dan berteriak, "Pala hidup, pala hidup."
Sebenarnya kedatangan para awak kapal ini belum saat musim pala tiba. Namun melihat keberadaan buah pala yang ada di sana membuat mereka merasa senang.
Para awak kapal kemudian pamit meninggalkan pulau tersebut. Mereka berjanji akan kembali ketika musim pala tiba.
Benar saja, beberapa waktu kemudian, sebuah kapal besar kembali terlihat mendekati dan bersandar di pulau tersebut. Ternyata kapal besar ini dibawa oleh para awak yang sempat datang sebelumnya.
Pada awalnya, masyarakat yang ada di sana merasa ketakutan melihat kedatangan kapal besar tersebut. Mereka kemudian memutuskan untuk mengungsi ke Bukit Kolo Makolo.
Dari kejauhan para awak kapal berteriak dari perahu ketika mendekati pulau tersebut. Mereka berteriak, "Binongko" bersama-sama.
Teriakan ini meniru ucapan sang ayah pada putranya dulunya, yakni "Wine angku." Mendengar teriakan para awak kapal tersebut, masyarakat yang ada di pulau tersebut tidak lagi ketakutan dan mendekati daerah pesisir.
Para awak kapal kemudian meminta masyarakat untuk mengumpulkan buah pala yang ada di sana. Para awak kapal kemudian menukarkannya dengan barang-barang yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Meskipun tidak saling mengerti secara bahasa, pertukaran ini menyenangkan kedua belah pihak. Sejak peristiwa ini, pulau tersebut kemudian dikenal dengan nama Pulau Binongko.
Begitulah kisah dari legenda asal usul Pulau Binongko yang ada di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


