Ada sebuah cerita rakyat dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang menceritakan tentang legenda Gua La Sikori. Gua ini menjadi saksi dari kisah cinta dua sejoli dulunya.
Berikut kisah lengkap dari legenda Gua La Sikori tersebut dalam artikel berikut ini.
Legenda Gua La Sikori, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara tentang Kisah Cinta Dua Sejoli
Disitat dari buku Cerita Rakyat Wakatobi (Bahasa Wakatobi dan Bahasa Indonesia), pada zaman dahulu di Binongko hiduplah seorang pemuda yang bernama Lasikori. Dirinya berasal dari keluarga yang sederhana dan biasa saja.
Lasikori menjalin hubungan dengan seorang wanita cantik bernama Wa Samania. Berbeda dengan dirinya, Wa Samania berasal dari keluarga bangsawan dan kaya raya.
Hal ini tentu membuat hubungan cinta di antara mereka tidak direstui oleh orang tua Wa Samania. Perbedaan status sosial di antara mereka menjadi alasan utama dibalik penolakan tersebut.
Namun Lasikori dan Wa Samania tidak menyerah begitu saja. Mereka tetap berusaha bertemu secara diam-diam.
Akan tetapi, kondisi ini pada akhirnya menyiksa perasaan Wa Samania. Dia merasa tidak bebas untuk bertemu orang yang dicintainya.
Wa Samania kemudian mencari cara untuk melarikan diri dari rumah. Hingga akhirnya pada suatu hari keluara Wa Samania pergi menghadiri pesta di kampung tetangga.
Momen ini tidak dilewatkan begitu saja oleh Wa Samania. Dirinya kemudian pergi ke luar rumah dan bersembunyi di gua yang tidak jauh dari sana.
Dia bersembunyi cukup lama di sana. Ketika kedua orang tuanya kembali dari pesta, mereka tidak menemukan Wa Samania di rumah.
Kedua orang tuanya kemudian mencari ke setiap sudut ruangan. Namun Wa Samania tidak kunjung ditemukan juga.
Orang tua Wa Samania kemudian mengadakan sebuah sayembara besar-besaran. Siapa yang berhasil menemukan Wa Samania akan dinikahkan dengan putri mereka.
Sayembara ini sampai di telinga Lasikori. Dia pun memutuskan untuk mengikuti sayembara tersebut.
Pada suatu malam, Lasikori mendapatkan mimpi bahwa dia melihat Wa Samina di dalam sebuah gua. Dirinya kemudian mengikuti mimpi itu dan pergi ke gua yang ada di sana.
Sesampainya di mulut gua, Lasikori melihat kondisi yang gelap gulita. Dia kemudian mengambil sebatang bambu dan membuat obor sebelum memasuki gua tersebut.
Kedatangan Lasikori ternyata diketahui oleh Wa Samania. Namun dia tidak bisa mengeluarkan suara untuk memanggil kekasihnya tersebut.
Tidak hanya itu, keberadaannya juga tak dapat dilihat oleh Lasikori. Sekeras apapun Wa Samania mencoba memanggil, Lasikori tetap tidak menyadarinya.
Di sisi lain, Lasikori merasa bahwa kekasihnya memang ada di gua tersebut. Namun dia tidak berhasil menemukannya di sana.
Bertahun-tahun Lasikori mencari Wa Samania di dalam gua tersebut. Sehari-hari dia memakan kelelawar yang ada di sana ketika lapar.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Wa Samania tanpa diketahui Lasikori. Dia juga meminum air yang menetes di celah bebatuan untuk melepas dahaga.
Tepat pada tahun ketujuh, Lasikori memutuskan untuk keluar dari gua. Tidak lama kemudian, Wa Samania ternyata juga berhasil keluar dari gua tersebut.
Dirinya kemudian kembali pulang ke keluarganya. Kedatangan Wa Samania tentu mengagetkan keluarganya yang sudah kehilangan dirinya sejak lama.
Keluarganya kemudian menanyakan dari mana Wa Samania selama ini. Namun dia hanya bisa berbicara tergagap-gagap dan tidak dimengerti oleh keluarganya.
Hingga Wa Samania mendapatkan kabar bahwa Lasikori ternyata juga sudah keluar dari gua tersebut lebih dulu darinya. Kabar Lasikori yang masih hidup ini ternyata menjadi berita yang membahagiakan bagi Wa Samania.
Ajaibnya, dia bisa berbicara seperti sedia kala. Wa Samania akhirnya menceritakan apa yang sudah dia alami selama ini, termasuk usaha Lasikori yang mencari dirinya selama bertahun-tahun.
Akhirnya kedua orang tua Wa Samania merestui hubungan anaknya tersebut. Akhirnya Wa Samania menikah dengan Lasikori dan hidup bahagia bersama.
Kelak gua tempat bersembunyinya Wa Samania ini kemudian dikenal dengan nama Gua La Sikori.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


