cerita rakyat dari maluku legenda asal usul gandong hatu negeri lima - News | Good News From Indonesia 2026

Cerita Rakyat dari Maluku, Legenda Asal Usul Gandong Hatu Negeri Lima

Cerita Rakyat dari Maluku, Legenda Asal Usul Gandong Hatu Negeri Lima
images info

Cerita Rakyat dari Maluku, Legenda Asal Usul Gandong Hatu Negeri Lima


Negeri Wasandale merupakan salah satu daerah yang ada di antara Hatu dan Lima. Konon ada sebuah cerita rakyat dari Maluku yang menceritakan tentang Negeri Wasandale yang menjadi tempat terjalinnya persaudaraan antara Negeri Hatu dan Lima, yakni Gandong Hatu Negeri Lima.

Bagaimana kisah lengkap dari cerita rakyat Maluku tersebut?

Cerita Rakyat dari Maluku, Legenda Asal Usul Gandong Hatu Negeri Lima

Dikutip dari artikel Mersye Martha Aipassa, "Wasandale Negeri Tiga Saudara" dalam buku Antologi Cerita Rakyat Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, dikisahkan pada zaman dahulu ada sebuah keluarga yang hidup di Negeri Wasandale. Keluarga tersebut terdiri dari sang ayah, ibu, dan tiga orang anaknya.

Ketiga anak dalam keluarga tersebut bernama Tauka, Sitiauputi, dan Tauki. Ayah mereka merupakan pemimpin di Negeri Wasandale dulunya.

Mereka selalu hidup rukun dan bahagia bersama. Tauka dan Tauki sering kali ikut membantu sang ayah untuk pergi berburu di hutan.

Sementara itu, Sitiauputi membantu ibu mereka membuat masakan di rumah. Aktivitas ini rutin mereka lakukan sehari-harinya.

Namun kehidupan yang tentram ini berubah ketika sang ayah meninggal dunia. Ayah mereka gugur dalam peperangan ketika melawan negeri tetangga.

Sejak saat itu, kehidupan keluarga ini berubah drastis. Sang ibu yang sudah tidak lagi muda membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya.

Tidak lama kemudian, sang ibu sakit keras. Isak tangis pecah di antara ketiga saudara tersebut.

Mereka merasa bahwa ajal sang ibu sudah dekat. Dengan sisa kekuatan yang ada, sang ibu memberikan pesan pada ketiga anaknya.

Sang ibu berkata bahwa mereka mesti menjaga satu sama lain. Jangan sampai ada perkelahian yang muncul selepas dirinya pergi.

Selain itu, sang ibu meminta Tauka dan Sitiauputi untuk menjaga adik mereka. Jangan sampai adiknya bersedih di kemudian hari.

Sang ibu kemudian menghembuskan nafas terakhirnya. Ketiga saudara ini kemudian bahu membahu memakamkan ibunya yang tempat tersebut kini dikenal dengan nama Batu Kubur.

Seiring berjalannya waktu, ketiga saudara ini mulai tumbuh dewasa. Namun sayang, sifat mereka yang dulu rukun mulai berubah.

Tauki yang menjadi anak bungsu sejak dulu memang dimanja oleh kedua keluarganya. Hal ini membuat Tauki tumbuh menjadi orang yang suka membangkang.

Tidak jarang Tauki tidak mendengarkan perkataan kedua kakaknya. Tauka si anak sulung lama kelamaan tidak tahan dengan sifat adik bungsunya itu.

Perkelahian pun pecah di antara mereka. Sitiauputi tidak bisa berbuat banyak dan hanya berpegang pada pesan yang ditinggalkan oleh ibu mereka dulunya.

Akhirnya Tauka dan Tauki memutuskan untuk berpisah. Tauka memutuskan untuk pergi ke daerah utara.

Di sana di membentuk sebuah daerah baru bernama Negeri Lima. Sementara itu, Tauki pergi ke daerah selatan dan membentuk Negeri Hatulesi.

Sebelum berpisah, mereka mengajak Sitiauputi untuk ikut bersama. Namun Sitiauputi menolak untuk ikut dengan salah satu dari mereka.

Dia hanya bersedia ikut jika mereka pergi bersama bertiga. Sitiauputi masih memegang teguh pesan yang diberikan oleh sang ibu sebelum meninggal dunia.

Akhirnya pergilah kedua bersaudara tersebut ke tempat yang mereka tuju. Sitiauputi yang tinggal seorang diri kemudian berjalan ke arah barat menuju Negeri Allang.

Sesampainya di sana, Sitiauputi memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan meloncat ke laut dari Tanjung Allang. Kabar ini kemudian tersebar dengan cepat ke seluruh negeri.

Tauka dan Tauki juga mendengar kabar ini. Mereka kemudian merasa sedih karena kehilangan saudara perempuan satu-satunya.

Akhirnya Tauka mengirim kabar ke Tauki untuk menemuinya di Negeri Tua Wasandale. Di sana mereka kembali mengikat janji seperti pesan sang ibu dulunya.

Persaudaraan antara Tauka dan Tauki ini kemudian dikenal dengan istilah Gandong Hatu Negeri Lima.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.