lapangan ikada tempat bersejarah yang kini jadi lokasi monas - News | Good News From Indonesia 2026

Lapangan Ikada, Tempat Bersejarah yang Kini Jadi Lokasi Monas

Lapangan Ikada, Tempat Bersejarah yang Kini Jadi Lokasi Monas
images info

Lapangan Ikada, Tempat Bersejarah yang Kini Jadi Lokasi Monas


Lapangan Ikada, salah satu tempat yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Indonesia. Meskipun bentuk fisiknya sudah tidak bisa dilihat pada saat ini, keberadaan Lapangan Ikada tetap tak terpisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dulunya.

Tahukah Kawan, ternyata keberadaan Lapangan Ikada sudah ada jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Lapangan ini diketahui sudah dibangun sejak Masa Kolonial Belanda Dulunya.

Berbagai peristiwa penting pernah tersaji di lapangan yang kini menjadi lokasi dari Monas tersebut. Peristiwa politik hingga pertandingan olahraga pernah tersaji di Lapangan Ikada tersebut dulunya.

Bagaimana riwayat dari Lapangan Ikada hingga berganti menjadi lokasi Monas? Berikut ulasannya.

Sudah Ada sejak Masa Kolonial

Seperti yang sudah disebutkan pada bagian awal, keberadaan Lapangan Ikada sudah ada jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Dikutip dari Instagram @arsipnasionalri, lapangan ini diketahui sudah ada sejak dekade awal abad ke-19, tepatnya pada saat Masa Kolonial Belanda di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Daendels.

Pada waktu itu, lapangan yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta ini diberi nama Champ de Mars. Pemberian nama ini berkaitan dengan momentum penaklukan Belanda oleh Napoleon Bonaparte yang terjadi pada periode waktu tersebut.

Setelah Kerajaan Belanda berhasil merdeka, nama lapangan ini kembali berubah menjadi Koningsplein yang berarti Lapangan Raja. Penyebutan Ikada atau Ikatan Atletik Djakarta sendiri mulai dikenal pada saat Masa Pendudukan Jepang.

Selain itu, lapangan ini juga dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Lapangan Gambir dulunya.

Rumah ketika Timnas Berlaga

Banyak momen bersejarah yang pernah terjadi di Lapangan Ikada di masa lalu. Lapangan ini sempat menjadi lokasi awal tempat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Namun rencana ini ternyata sudah diketahui oleh pihak Jepang. Untuk mencegah situasi yang tidak diinginkan, akhirnya lokasi proklamasi kemerdekaan akhirnya dipindahkan ke Jl. Pegangsaan Timur 56.

Pada September 1945, juga ada rapat umum yang digelar di Lapangan Ikada. Rapat umum ini diselenggarakan untuk menghimpun ratusan ribu masyarakat sebagai bentuk kekuatan bangsa Indonesia yang merdeka pada waktu itu.

Di Lapangan Ikada ini pula, didirikan sebuah stadion yang dirancang oleh Liem Bwan Tjie. Stadion yang diresmikan pada 1951 sempat menjadi rumah bagi Timnas Indonesia ketika berlaga, salah satunya saat menghadapi China dalam Kualifikasi Piala Dunia 1958 pada Mei 1957 silam.

Selain menjadi tempat berlaganya Timnas Indonesia, Stadion Ikada dulunya juga sempat menjadi kandang bagi beberapa tim asal Jakarta. Beberapa tim yang pernah berlaga di stadion tersebut adalah Batavia Voetbal Organisatie (BVO) dan Voetbalbond Indische Omstreken Sport (VIOS).

Beralih Fungsi sebagai Lokasi Monas

Riwayat Lapangan Ikada menemui akhir ceritanya pada 1962. Pada waktu itu, Stadion Ikada ditutup dan dibongkar secara keseluruhan.

Pengbongkaran Lapangan Ikada ini berkaitan dengan tujuan Soekarno yang ingin menjadikan Jakarta sebagai ibu kota yang megah. Selain itu, Soekarno juga ingin Jakarta memiliki tata kota yang baik.

Atas dasar tujuan itulah, Soekarno berniat untuk membangun sebuah monumen yang bisa menjadi pengingat akan perjuangan bangsa dulunya. Lapangan Ikada kemudian dipilih menjadi lokasi pembangunan monumen tersebut, yang dikemudian hari dikenal sebagai Monumen Nasional atau Monas.

Pembangunan Monas sendiri dimulai pada 17 Agustus 1961. Friedrich Silaban ditunjuk sebagai perancang monumen yang memiliki tinggi 132 meter tersebut.

Peresmian Monas sendiri terjadi lebih kurang 14 tahun setelahnya, tepatnya 12 Juli 1975.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.