Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi isu lingkungan yang memerlukan perhatian serius, khususnya di wilayah pedesaan. Di Desa Bojongpicung, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, sistem pengelolaan sampah hingga saat ini masih didominasi oleh pembakaran sampah secara mandiri di masing-masing rumah tangga.
Kondisi ini terjadi karena di wilayah Kecamatan Bojongpicung belum tersedia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai sarana pengelolaan sampah terpadu. Praktik pembakaran sampah tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat apabila dilakukan secara terus-menerus.
Meskipun demikian, upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat telah mulai berkembang di tingkat lokal. Salah satunya dapat ditemukan di RW 01 Desa Bojongpicung, yang telah menerapkan sistem pemilahan sampah secara sederhana.
Sistem ini dijalankan oleh petugas lingkungan setempat yang diketuai oleh Bapak Cuncun selaku Ketua RT 03, dengan cara mengumpulkan sampah dari warga kemudian memilahnya menjadi sampah organik dan anorganik.
Sampah organik selanjutnya dibakar karena dianggap lebih mudah terurai, sedangkan sampah anorganik dikumpulkan dan dijual kepada pengepul sampah. Praktik ini menjadi langkah awal yang positif dalam pengelolaan sampah, namun masih memerlukan penguatan sistem agar dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University menghadirkan program TAMPAN (Tabungan Sampah Masa Depan) sebagai upaya untuk memaksimalkan sistem pemilahan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.
Program ini dirancang untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah anorganik berbasis tabungan melalui pembentukan bank sampah di RW 01 Desa Bojongpicung. Melalui konsep tabungan sampah, masyarakat diajak untuk memandang sampah tidak hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Pelaksanaan program TAMPAN dilakukan dalam dua tahap utama, yaitu sosialisasi dan peresmian. Tahap sosialisasi dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, dengan melibatkan sekitar 30 peserta yang berasal dari masyarakat Desa Bojongpicung.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman awal mengenai pentingnya pemilahan sampah, dampak pengelolaan sampah yang tidak tepat, serta mekanisme tabungan sampah yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga dan lingkungan RW.

Pada sesi sosialisasi, mahasiswa KKN IPB University menyampaikan materi mengenai jenis-jenis sampah, khususnya sampah anorganik seperti plastik dan kardus yang memiliki nilai jual apabila dipilah dan dikelola dengan baik.
Selain itu, dijelaskan pula alur pengelolaan bank sampah, mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, pencatatan tabungan, hingga pemanfaatan hasil tabungan tersebut. Materi disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami dan relevan dengan kondisi masyarakat setempat.

Tahap kedua berupa peresmian program TAMPAN dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026, bertempat di RW 01 Desa Bojongpicung, dengan diikuti oleh sekitar 20 peserta. Kegiatan ini menandai dimulainya penerapan sistem tabungan sampah secara resmi, sekaligus pengenalan sarana dan prasarana pendukung bank sampah yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKN IPB University.
Kepala Desa Bojongpicung, Dihernawan, S.H., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program TAMPAN. Menurutnya, program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, baik dari sisi lingkungan maupun pemberdayaan warga.
“Program TAMPAN ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Bojongpicung karena tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka wawasan bahwa sampah, khususnya sampah anorganik, dapat memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan menjadi contoh bagi RW lain di Desa Bojongpicung,” ujar Dihernawan, S.H.
Melalui program TAMPAN, diharapkan sistem pengelolaan sampah di RW 01 dapat menjadi percontohan bagi RW lain di Desa Bojongpicung. Ke depan, mahasiswa KKN IPB University bersama pemerintah desa berharap seluruh RW dapat menerapkan sistem serupa, sehingga pengelolaan sampah desa dapat berjalan lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat.

Bagi mahasiswa KKN IPB University, program TAMPAN merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab permasalahan lingkungan di tingkat desa. Dengan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan upaya pengelolaan sampah berbasis bank sampah ini mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta mendukung terciptanya Desa Bojongpicung yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


