langkah kecil jaga lingkungan mahasiswa kkn rajabasa 02 buat tong pembakaran sampah minim asap - News | Good News From Indonesia 2026

Langkah Kecil Jaga Lingkungan, Mahasiswa KKN Rajabasa 02 Buat Tong Pembakaran Sampah Minim Asap

Langkah Kecil Jaga Lingkungan, Mahasiswa KKN Rajabasa 02 Buat Tong Pembakaran Sampah Minim Asap
images info

Langkah Kecil Jaga Lingkungan, Mahasiswa KKN Rajabasa 02 Buat Tong Pembakaran Sampah Minim Asap


Program pengelolaan sampah masih menjadi tantangan nyata di banyak kawasan permukiman perkotaan. Salah satu persoalan yang kerap ditemui adalah kebiasaan membakar sampah rumah tangga secara terbuka yang menimbulkan asap pekat serta berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Kondisi inilah yang mendorong Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Rajabasa 02 hadirkan solusi sederhana melalui pembuatan Tempat Pembakaran Sampah Minim Asap di Kelurahan Rajabasa Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung.

Pembuatan tong sampah tersebut pada Kamis 5 Februari 2026 di Lingkungan 2 Kelurahan Rajabasa. Program ini menjadi salah satu program kerja KKN Rajabasa 02 yang berfokus pada isu kebersihan dan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Melalui pendekatan teknologi sederhana mahasiswa KKN berupaya menawarkan pengganti pembakaran sampah yang lebih ramah lingkungan dibandingkan cara pembakaran terbuka yang selama ini dilakukan warga.

Alat Tong Sampah Minim Asap | Foto : PDD KKN
info gambar

Alat Tong Sampah Minim Asap | Foto : PDD KKN


Permasalahan sampah rumah tangga di wilayah Rajabasa tidak jauh berbeda dengan kawasan padat penduduk lainnya. Volume sampah harian yang terus bertambah sering kali tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan yang memadai. Akibatnya sebagian warga memilih membakar sampah sebagai jalan pintas.

Praktik ini memang dinilai praktis namun menimbulkan dampak buruk berupa polusi udara dan risiko gangguan pernapasan terutama bagi anak anak dan lansia. Menyadari kondisi tersebut KKN Rajabasa 02 merancang sebuah alat pembakaran sampah yang mampu mengurangi asap hasil pembakaran.

Alat yang dibuat berupa tong pembakaran sampah berbahan dasar tong besi bekas yang dimodifikasi secara khusus. Dalam pelaksanaannya mahasiswa berhasil membuat dua unit tong pembakaran sampah minim asap.

Uji coba pembakaran menggunkan tong sampah minim asap | Foto : PDD KKN
info gambar

Uji coba pembakaran menggunkan tong sampah minim asap | Foto : PDD KKN


Tong tersebut tidak digunakan secara langsung melainkan melalui proses perancangan teknis agar pembakaran dapat berlangsung lebih sempurna. Modifikasi dilakukan dengan menambahkan lubang lubang sirkulasi udara pada bagian bawah dan sisi tong sehingga aliran oksigen dapat masuk secara merata ke dalam ruang bakar.

Proses pembuatan tong dilakukan secara bertahap dan melibatkan seluruh anggota kelompok KKN. Tahapan dimulai dari penyiapan bahan utama berupa tong besi bekas yang masih layak pakai.

Tong kemudian dibersihkan sebelum dilakukan pelubangan menggunakan alat bor besi dan las. Penempatan serta jumlah lubang diperhitungkan dengan cermat agar sirkulasi udara tidak berlebihan tapi cukup untuk menopang proses pembakaran yang stabil.

Bagian dalam tong juga diatur sedemikian rupa agar sampah tidak langsung menumpuk di dasar sehingga api dapat menyebar secara merata.

Uji coba bersama masyarakat | Foto : PDD KKN
info gambar

Uji coba bersama masyarakat | Foto : PDD KKN


Secara teknis desain ini bertujuan untuk meningkatkan suhu pembakaran. Dengan suhu yang lebih tinggi dan suplai oksigen yang cukup proses pembakaran menjadi lebih optimal sehingga sisa pembakaran lebih sedikit dan asap yang dihasilkan dapat ditekan.

Prinsip ini sejalan dengan konsep pembakaran sempurna yang dikenal dalam pengelolaan limbah padat sederhana. Meskipun menggunakan teknologi yang sangat dasar tong pembakaran ini mampu memberikan perbedaan signifikan dibandingkan pembakaran terbuka di tanah.

Setelah proses pembuatan selesai dilakukan uji coba dengan menggunakan sampah kering seperti kardus dan material mudah terbakar lainnya. Hasil uji coba menunjukkan api dapat menyala dengan baik dan stabil. Asap yang dihasilkan terlihat lebih tipis dan cepat hilang dibandingkan metode pembakaran konvensional. Hasil ini menjadi indikator awal bahwa alat tersebut dapat berfungsi sesuai dengan tujuan perancangan.

Pembuatan tong pembakaran sampah minim asap ini melibatkan seluruh anggota Kelompok KKN Rajabasa 02 yaitu Heri Hermawan Langgeng Nugroho Akbar M Alqawiyy Putra Muhammad Ghifari Juniansyah M Tajali Nasrullah Tryolla Putri Noor Harvani Imelia Putri Faizma Zia Illaya Adinda Kris Oktaria Kayla Deswita Erianti Rizky Mayatika Putri Andrea Wijaya serta Jovita Melita. Kolaborasi antaranggota menjadi kunci keberhasilan program mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Melalui program ini mahasiswa berharap masyarakat memiliki alternatif sarana pengelolaan sampah yang lebih aman murah dan mudah diterapkan secara mandiri. Tong pembakaran minim asap tidak dimaksudkan sebagai solusi akhir permasalahan sampah melainkan sebagai langkah transisi menuju pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berwawasan lingkungan. Keberadaannya diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran warga tentang pentingnya mengurangi dampak negatif dari aktivitas sehari hari terhadap lingkungan.

Koordinator Desa KKN Rajabasa 02, Heri Hermawan menyampaikan bahwa program ini dirancang agar dapat direplikasi oleh masyarakat secara berkelanjutan.

Ia berharap tong pembakaran tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan sampah sederhana yang realistis diterapkan di lingkungan permukiman. Bagi Kawan GNFI inisiatif ini menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa tidak selalu harus berbasis teknologi canggih namun dapat berangkat dari solusi praktis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Program pembuatan Tempat Pembakaran Sampah Minim Asap ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN Unila dalam mendukung kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dengan pendekatan sederhana tapi tepat guna mahasiswa KKN Rajabasa 02 membuktikan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari skala lingkungan terkecil.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

TH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.