peran pemulung dalam perjanjian plastik global - News | Good News From Indonesia 2026

Peran Pemulung dalam Perjanjian Plastik Global

Peran Pemulung dalam Perjanjian Plastik Global
images info

Peran Pemulung dalam Perjanjian Plastik Global


Dalam keseharian kita, pekerjaan sebagai pemulung yang kerap kali dipandang sebelah mata. Namun, peran mereka dalam menjaga lingkungan tetap bersih & seimbang sangatlah penting.

Pemulung adalah pekerja informal yang mengumpulkan, memilah, dan menjual material untuk didaur ulang atau digunakan kembali.

Menurut International Alliance of Waste Pickers and Women in Informal Employment: Globalizing and Organizing (WIEGO), mengestimasikan ada sebanyak lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia yang memiliki mata pencaharian sebagai pemulung, mayoritas berada di Negara-negara Selatan.

Para pemulung memainkan peranan kunci dalam mengurangi polusi plastik global dengan cara mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan memproses berbagai jenis plastik yang mana jika hal-hal tersebut tidak dilakukan maka akan berakhir di lingkungan bahkan berujung mencemari kehidupan ekosistem di laut/sungai.

Pentingnya Keterlibatan Pemulung dalam Intergovernmental Negotiating Committee (INC)

Dikutip dari situs International Alliance of Waste Pickers (IAWP), secara global, pemulung dapat membantu menangani 60% plastik yang dikumpulkan untuk daur ulang dan penghematan biaya di seluruh sistem pengelolaan limbah.

Dalam segi daur ulang, pemulung berkontribusi secara signifikan terhadap mitigasi emisi gas rumah kaca. Perkiraan sementara menunjukan bahwa setiap pemulung mencegah emisi sekitar 44 ton CO2 setiap tahunnya.

Secara keseluruhan, pemulung dapat mencegah emisi antara 7-17% dari 2,3 miliar ton yang dihasilkan oleh sektor limbah.

Sebagai garda terdepan dalam mengumpulkan sampah di lingkungan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang, banyak tantangan yang dihadapi oleh para pemulung.

Menurut jurnal berjudul “The human face of the UN plastics treaty? The role of waste pickers in intergovernmental negotiations to end plastics pollution and ensure a just transition” yang dirilis oleh Cambridge University Press tanggal 30 April 2024, beberapa peneliti dan kelompok teater menghabiskan waktu selama seminggu di tempat pembuangan sampah di Nairobi Dandora, mereka membuat teatrikal bersama dengan pemulung untuk memahami pekerjaan sehari-hari pemulung.

Tujuan dari teater ini adalah untuk lebih memperkuat suara pemulung kepada para pembuat kebijakan dan pengambil keputusan yang memiliki kekuasaan untuk mewujudkan perubahan sistemik.

Ada berbagai adegan yang diambil seperti kejadian di tempat pembuangan sampah di mana pemulung terluka karena kurangnya alat pelindung diri, proses negosiasi penjualan plastik dengan perantara daur ulang, konflik dengan pemilik rumah karena tidak membayar jasa pemulung yang mengambil sampah dari pintu ke pintu, serta sulitnya menyuarakan kondisi dan meminta hak-haknya ke pemerintah daerah. 

Kemudian, setelah mendapatkan gambaran dari teater yang lebih jelas, semestinya pemulung mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah dan pusat. 

Setelah itu, organisasi pemulung dapat menampung seluruh masukan dari anggotanya untuk disalurkan ke konferensi internasional seperti INC/United Nations Environment Assembly (UNEA).

Selanjutnya, setelah para delegasi perwakilan organisasi pemulung menghadiri INC/UNEA mereka diwajibkan untuk membagikan proses dinamika dan hasil kebijakan selama konferensi kepada pemulung di level nasional hingga daerah. 

Aliansi Internasional Pemulung di INC/UNEA

Aliansi International Pemulung / International Alliance of Waste Pickers (IAWP) adalah sebuah aliansi pemulung global yang diawali tahun 2005 di Brazil. Kemudian, mereka membuat konferensi internasional untuk pemulung di Bogota, Colombia tahun 2008. 

Di dalamnya terdapat sebanyak 460,000 pemulung dari 34 negara, termasuk Indonesia. Sejak 2022, mereka selalu mengirimkan perwakilannya untuk hadir secara fisik dan berkontribusi aktif memberikan masukan di pertemuan INC. 

Mereka merupakan salah satu aktor kunci yang perlu dilibatkan dalam Perjanjian Plastik Global. Pada tanggal 2 Maret 2022, akhirnya dunia internasional dalam UNEA mengakui kontribusi pekerjaan pemulung dan untuk pertama kalinya tercantum dalam Resolusi Lingkungan PBB/United Nations Environmental Resolutions

Resolusi tersebut berbunyi “significant contribution made by workers in informal and cooperative settings to the collecting, sorting, and recycling of plastics in many countries” 

Pemulung dapat mengikuti pertemuan Intergovernmental Negotiating Committee (INC), sebuah konferensi PBB yang membahas mengenai mengendalikan semua tahapan hidup plastik termasuk design, produksi, dan pembuangan yang bersifat legally-binding.

Dikutip dari situs IAWP, pada pertemuan terakhir INC-5.2 di bulan Agustus tahun 2025, mereka menekankan ketentuan Pasal 10 tentang Transisi Berkeadilan yang berpedoman dari Just Transition Guidelines yang diterbitkan oleh ILO untuk memastikan inklusivitas dan pelindungan terhadap pemulung serta memastikan semua pihak yang terdampak oleh polusi plastik dilibatkan.

Selanjutnya, INC-5.3 akan dilaksanakan di Jenewa pada tanggal 7 Februari 2026 untuk membahas mengenai proses administrasi, posisi chair, dan seleksi para pengurus. Belum ada tanggal pasti perihal pembahasan substantif draft yang mengikat secara hukum pada Perjanjian Plastik Global. 

Ikatan Pemulung Indonesia

Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) telah berdiri di tahun 1991 dengan tujuan membentuk platform supaya dapat memberdayakan dan menampung aspirasi para pemulung. 

Sejauh ini, IPI telah membina serta melindungi pemulung di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sebanyak 6.360 orang pemulung yang diberikan BPJS Tenaga Kerja dan Kesehatan DKI Jakarta secara gratis.

Perlu dipastikan dengan berjalannya program ini agar semua pemulung dapat terdata dan tergabung di IPI supaya mendapatkan hak-hak dasar sebagai pekerja dan pelibatan pemulung sebagai aktor utama ke dalam perumusan kebijakan kesejahteraan pemulung di Indonesia. 

Lalu, dengan adanya inisiatif di TPST Bantar Gebang diharapkan menjadi percontohan baik untuk pemberdayaan dan kesejahteraan hidup pemulung di daerah-daerah lain di Indonesia. 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.