Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi memastikan akan melaksanakan uji coba atau pilot project penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) pada tabung 3 kilogram (kg) mulai tahun ini.
Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk menekan angka impor LPG nasional yang saat ini telah mencapai 7 juta ton per tahun.
Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pemanfaatan CNG ini nantinya akan dilakukan secara bertahap dan berfungsi sebagai alternatif, bukan langsung menggantikan LPG secara masif.
Saat ini, pemerintah bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Ketenagakerjaan sedang mengkaji secara mendalam terkait aspek keselamatan teknis sebelum implementasi luas dilakukan.
Pengembangan CNG dinilai lebih realistis karena bahan baku gas alam (C1 dan C2) tersedia melimpah di dalam negeri, berbeda dengan bahan baku utama LPG yakni propana dan butana yang produksinya masih terbatas.
Dengan menggunakan teknologi tekanan tinggi antara 250 hingga 400 bar, gas alam domestik dapat dikompresi ke dalam tabung sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


