Sejak 2021 hingga April 2026, KAI bersama para pemangku kepentingan telah menutup sebanyak 1.329 perlintasan liar sebagai bagian dari pengendalian risiko di titik-titik rawan.
Secara rinci, pada 2021 terdapat 324 penutupan perlintasan liar, tahun 2022 sebanyak 292 penutupan, tahun 2023 sebanyak 107 penutupan, tahun 2024 sebanyak 289 penutupan, tahun 2025 sebanyak 273 penutupan, dan pada Januari hingga April 2026 sebanyak 44 penutupan.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menciptakan ruang perjalanan yang lebih aman dan mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan berbagai langkah telah dilakukan seperti pemasangan sirine dan lampu peringatan, CCTV, panic button, penguatan penjagaan, hingga koordinasi bersama pemerintah pusat dan daerah.
Anne menambahkan, budaya tertib di perlintasan akan memberi dampak besar terhadap keselamatan perjalanan masyarakat setiap hari.
“Keselamatan sering dimulai dari tindakan sederhana. Berhenti sejenak sebelum melintas menjadi bentuk kepedulian agar setiap perjalanan dapat berlangsung aman dan selamat,” tutup Anne.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


