Indonesia mulai diposisikan sebagai salah satu rujukan pengembangan teknologi sepak bola di Asia Tenggara. Hal itu terlihat dalam penyelenggaraan Football Technology Regional Workshop (ASEAN) yang digelar FIFA bersama PSSI di Jakarta pada 22-23 April 2026.
Workshop tersebut mempertemukan perwakilan asosiasi sepak bola Asia Tenggara, AFC, dan AFF untuk membahas implementasi teknologi sepak bola, terutama Video Assistant Referee (VAR).
Jakarta dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena perkembangan implementasi teknologi sepak bola Indonesia dinilai mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda transformasi sepak bola FIFA bersama PSSI yang mencakup lima pilar utama, yaitu tata kelola, keselamatan stadion, perwasitan, integritas sepak bola, dan pengembangan sepak bola wanita.
Pada hari kedua workshop, fokus pembahasan diarahkan pada praktik implementasi teknologi di tingkat regional. AFC memaparkan strategi pengembangan teknologi sepak bola di Asia, sementara sejumlah negara anggota berbagi pengalaman terkait tantangan penerapan VAR di kompetisi domestik masing-masing.
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, mempresentasikan perkembangan teknologi sepak bola Indonesia, termasuk langkah strategis dalam implementasi VAR di kompetisi nasional. Presentasi tersebut menunjukkan bagaimana Indonesia mulai aktif mengambil peran dalam pengembangan standar teknologi sepak bola di kawasan ASEAN.
Workshop ini juga menghadirkan sejumlah pakar FIFA seperti Bhaveshan Moorghen, Takaaki Inokuchi, Sona Grigoryan, dan Michael Bailey yang membahas aspek teknis serta operasional teknologi pertandingan modern.
Sebagai bagian dari agenda penutup, peserta melakukan kunjungan ke stadion di Jakarta untuk melihat langsung operasional VAR dalam pertandingan domestik.
Pengalaman lapangan tersebut diharapkan dapat membantu negara-negara ASEAN mempercepat kesiapan mereka dalam mengadopsi teknologi sepak bola secara menyeluruh.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


