FIFA bersama PSSI semakin serius menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan teknologi sepak bola di Asia Tenggara. Melalui Football Technology Regional Workshop (ASEAN) yang digelar di Jakarta pada 22-23 April 2026, fokus utama diarahkan pada percepatan implementasi Video Assistant Referee (VAR) di kawasan ASEAN.
Workshop yang berlangsung di FIFA Indonesia Office ini diikuti 26 peserta dari asosiasi anggota Asia Tenggara, AFC, dan AFF. Agenda tersebut menjadi bagian dari kerja sama strategis FIFA dan PSSI pasca penandatanganan Host Country Agreement (HCA) pada Juni 2025 di Miami, Amerika Serikat.
Dalam kegiatan ini, FIFA menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pertandingan, khususnya dalam aspek perwasitan. Sistem VAR menjadi inti pembahasan, mulai dari kesiapan infrastruktur, standar implementasi, hingga peningkatan kapasitas wasit melalui pelatihan berkelanjutan.
Para peserta juga mendapatkan pemaparan terkait FIFA Implementation Assistance and Approval Programme (IAAP), yang bertujuan menyamakan standar penerapan teknologi sepak bola di kawasan ASEAN.
Saat ini, enam dari dua belas negara anggota ASEAN telah menggunakan VAR, sementara dua negara lainnya sedang dalam proses implementasi. FIFA berharap workshop ini mampu mempercepat adopsi teknologi dan memperkuat integritas kompetisi sepak bola di kawasan.
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, turut mempresentasikan perkembangan implementasi teknologi sepak bola di Indonesia. Paparan tersebut menegaskan komitmen PSSI dalam meningkatkan kualitas kompetisi nasional melalui pemanfaatan VAR.
Sebagai penutup, peserta workshop melakukan kunjungan langsung ke stadion di Jakarta untuk melihat set-up VAR yang digunakan dalam kompetisi domestik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya FIFA dan PSSI dalam membangun ekosistem sepak bola modern berbasis teknologi di Asia Tenggara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


