Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) memproyeksikan kebijakan hilirisasi dan peningkatan penggunaan Aspal Buton (Asbuton) akan memberikan efek ekonomi hingga Rp22,67 triliun.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan peningkatan penggunaan Asbuton dari posisi saat ini sebesar 4% menjadi 30% melalui skema A30.
Kebijakan ini mengadopsi model kesuksesan hilirisasi energi seperti program biodiesel B30 yang telah berjalan efektif.
Melalui mandat ini, komposisi aspal minyak impor diharapkan menyusut secara bertahap dari level 78% menjadi sekitar 52%. Pemanfaatan material lokal secara masif dinilai sebagai langkah visioner untuk menekan ketergantungan pada produk luar negeri.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo kini tengah mempercepat penyusunan Peraturan Menteri sebagai dasar hukum kewajiban penggunaan aspal lokal tersebut.
Regulasi ini ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan agar implementasi di lapangan dapat segera dilaksanakan secara serentak.
Meski menyambut baik peluang ini, Gapensi menekankan pentingnya kesiapan teknologi pengolahan guna menjaga konsistensi kualitas material.
Kepastian distribusi dan standar teknis yang terjaga menjadi kunci agar Asbuton dapat bersaing dengan aspal minyak impor dalam proyek infrastruktur jangka panjang.
Pemerintah juga berencana membangun Asbuton Centre sebagai pusat pengembangan dan standardisasi produk aspal nasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


