Akhir-akhir ini, profil Stanley Jeremy Hasea banyak dibicarakan di jagat maya karena pencapaian akademisnya. Kawan GNFI mungkin penasaran siapa sebenarnya sosok inspiratif yang berhasil mencuri perhatian banyak orang pada periode wisuda UGM kali ini.
Ia berhasil membuktikan bahwa hal yang mulanya tampak seperti tantangan selama masa perkuliahan justru dapat diubahnya menjadi batu loncatan untuk meraih kesuksesan.
Pemuda dengan nama lengkap Stanley Jeremy Hasea ini merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022. Ia sukses mencatatkan namanya sebagai lulusan tercepat di Departemen Manajemen Kebijakan Publik setelah berhasil menyelesaikan studi sarjana hanya dalam waktu 3 tahun 5 bulan 11 hari, sebuah rekor yang tentu memotivasi banyak mahasiswa lain.
Perjalanan inspiratif Stanley Jeremy Hasea di kampus rupanya tidak melulu berjalan mulus tanpa hambatan. Ia ternyata pernah merasakan kegagalan saat mendaftar ke sebuah program pertukaran pelajar ke luar negeri karena kendala administrasi.
Namun, alih-alih menyerah pada keadaan atau kehilangan motivasi, mahasiswa UGM ini mengambil langkah berani dengan mencari peluang lain. Ia akhirnya lolos mengikuti program magang prestisius di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Filipina, tepatnya di bidang perdagangan.
Pengalaman berharga berinteraksi langsung dengan isu perdagangan internasional inilah yang membuka wawasan barunya dan memberikan inspirasi untuk bahan tugas akhirnya.
Dari pengalaman magang di Filipina tersebut, ia menemukan topik penelitian menarik yang akhirnya mengantarkannya menjadi wisudawan tercepat. Dikutip dari laman resmiUGM, dalam penyusunan skripsinya, Stanley mengkaji secara spesifik mengenai kebijakan pelarangan impor pakaian bekas melalui aspek koherensi kebijakan dan efektivitas implementasi.
Ia meneliti secara mendalam bagaimana aturan pelarangan impor baju bekas dapat berjalan selaras dengan regulasi pemerintah lainnya, sekaligus dapat diterapkan secara nyata dan efektif di lapangan demi melindungi stabilitas industri dalam negeri.
Pencapaian akademisnya ini tentu memantik rasa penasaran Kawan GNFI mengenai rahasia cara belajarnya. Dikutip dari laman resmi UGM, kunci utama kelulusan super cepat ala Stanley adalah kemampuannya yang konsisten dalam meminimalkan segala bentuk distraksi selama kuliah.
Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Stanley melihat distraksi kecil yang terakumulasi bisa berkembang menjadi besar dan pada akhirnya mengurangi waktu serta ruang untuk menyelesaikan tugas utama, termasuk tugas akhir.
Di kesempatan lain, melalui media sosial Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik, Stanley berbagi kiat lain agar bisa lulus S1 dalam waktu lebih cepat, yakni dengan menentukan topik riset lebih cepat pula. Ia menjelaskan bahwa semakin dini kita menentukan topik yang akan diteliti, maka semakin besar kesempatan mahasiswa bisa lulus lebih cepat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


