Bayangkan lebih dari 11 ribu personel harus dikerahkan hanya untuk menghadapi satu ancaman: kobaran api di tengah puncak musim kemarau.
BNPB bersama Satgas Karhutla Sumatera Selatan mengerahkan 11.567 personel gabungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan. Dari darat hingga udara, operasi terus dilakukan agar api tidak meluas dan asap tidak menjadi bencana lintas batas.
Hingga 30 Agustus, luas area yang masih membutuhkan penanganan mencapai 67,06 hektare. Tim gabungan telah memadamkan 18,36 hektare, sementara 48,7 hektare lainnya masih dalam tahap pendinginan.
Operasi udara juga digenjot. Helikopter water bombing telah melakukan lebih dari 237 sortie pemadaman, sementara patroli udara mencatat lebih dari 439 jam terbang.
“Hasil operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan membuktikan bahwa Satgas Darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Basarnas, Relawan dan sektor swasta ini menjadi kekuatan utama dan harus semakin ditingkatkan kekuatannya” ujar Suharyanto.
Meski luas kebakaran menurun lebih dari 88 persen sejak 2023, kualitas udara tetap menjadi perhatian. Di Palembang, ISPU sempat mencapai 247 atau Sangat Tidak Sehat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


