Bank Indonesia melaporkan kinerja penjualan eceran pada Desember 2025 tumbuh sebesar 3,1% (MtM), menguat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang berada di angka 1,5% (MtM).
Peningkatan ini mengacu dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang menunjukkan pertumbuhan di mayoritas kelompok barang, terutama pada sektor Peralatan Informasi dan Komunikasi serta kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Kenaikan permintaan ini dipicu oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan perayaan Tahun Baru yang mendorong aktivitas belanja masyarakat di akhir tahun.
Memasuki Januari 2026, Bank Indonesia memproyeksikan kinerja penjualan eceran secara tahunan akan meningkat lebih tinggi mencapai 7,9% (YoY). Pertumbuhan ini diperkirakan akan ditopang oleh subkelompok sandang serta barang budaya dan rekreasi. Namun, secara bulanan diperkirakan terjadi kontraksi sebesar 0,6% (MtM) sebagai dampak dari normalisasi pola konsumsi masyarakat setelah berakhirnya periode libur panjang akhir tahun.
"Kinerja penjualan eceran pada Desember 2025 yang tumbuh 3,1% (MtM) sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat selama masa Natal dan Tahun Baru. Kami melihat tren positif ini berlanjut pada Januari 2026 secara tahunan, meski ada sedikit koreksi bulanan karena normalisasi konsumsi," jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
Bank Indonesia juga mencatat bahwa tekanan inflasi diprediksi akan kembali meningkat dalam enam bulan ke depan, tepatnya pada Juni 2026. Data Indeks Ekspektasi Harga menunjukkan tren kenaikan yang perlu diantisipasi guna menjaga stabilitas harga di pasar domestik.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


