PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi percepatan penyelesaian kontrak pengadaan sarana transportasi senilai Rp3,85 triliun untuk memperkuat layanan Commuter Line.
Dalam target terbarunya, sebanyak 11 rangkaian kereta (trainset) baru hasil produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dijadwalkan mulai beroperasi secara bertahap sebelum Juli 2026.
Hingga penutupan tahun 2025, KAI telah berhasil mengoperasikan 5 rangkaian awal dari INKA, di mana satu di antaranya sedang menjalani fase uji coba teknis terakhir.
"Kami mengawal ketat penyelesaian 11 trainset sisa dari INKA agar seluruhnya dapat masuk ke sistem operasional sebelum Juli 2026. Selain mengandalkan produksi lokal dari Madiun, kami juga sudah mengoperasikan 11 rangkaian kereta impor dari CRRC Sifang China sepanjang tahun lalu," ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.
Selain pengadaan unit baru, strategi KAI dalam menjaga keandalan armada juga mencakup program peremajaan atau retrofit. Saat ini, dua rangkaian kereta lama sedang menjalani proses pembaruan teknologi di workshop INKA dengan nilai kontrak Rp0,25 triliun.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


