Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai sentra bawang putih nasional. Keputusan ini didasarkan pada keunggulan geografis dan tingkat produktivitas tinggi di kawasan Sembalun, Lombok Timur, yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara signifikan.
Selain bawang putih, Mentan juga mendorong wilayah ini untuk berkembang menjadi pusat komoditas jagung guna menopang kebutuhan pakan ternak nasional, baik untuk pasar Pulau Jawa maupun potensi ekspor ke mancanegara.
Guna menjaga stabilitas pendapatan petani, pemerintah menyiapkan skema penyerapan hasil panen melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sisi lain, peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) akan diperkuat untuk mendampingi petani secara lebih intensif melalui pembuatan kebun percontohan di berbagai wilayah tugas di NTB.
"NTB memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi sumber daya alam maupun kualitas manusianya. Kami menetapkan provinsi ini sebagai sentra bawang putih karena produktivitasnya yang unggul. Selain itu, NTB akan kita dorong menjadi penyuplai pakan ke Pulau Jawa, bahkan ke negara lain," ungkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau kawasan Sembalun, Senin (9/2/2026).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengawal penetapan ini dengan memperkuat ekosistem pangan dari hulu hingga hilir. Fokus utama Pemprov NTB memastikan penyediaan benih berkualitas, dukungan pembiayaan bagi petani, serta pengembangan industri pasca-panen.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


