Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sekitar Rp336 miliar guna mempercepat rehabilitasi sawah yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dana tersebut difokuskan untuk memulihkan lahan dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar dapat segera kembali ditanami.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menegaskan, “Anggaran tersebut digunakan untuk memulihkan sawah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar dapat segera kembali berproduksi dan menjaga pasokan pangan daerah.” Program ini menjadi tindak lanjut groundbreaking rehabilitasi yang digelar serentak pada 15 Januari 2026.
Rehabilitasi dilakukan melalui optimasi lahan untuk kerusakan ringan serta program khusus bagi lahan dengan kerusakan sedang hingga berat, termasuk perbaikan irigasi dan infrastruktur pendukung. Langkah ini selaras dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengoptimalkan 32 ribu hektare sawah dan merehabilitasi 9,9 ribu hektare lahan terdampak.
Meski curah hujan masih tinggi, Kementan tetap melanjutkan program dengan penyesuaian strategi. “Sehingga saat ini kita akan melakukan survei ulang di lapangan untuk mengidentifikasi sedimen atau endapan lumpur baru,” ujar Hermanto.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif dengan pemerintah daerah dan petani diharapkan mampu memulihkan fungsi sawah secara optimal serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


