Menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026, ekspor manggis asal Bali ke Tiongkok mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan data Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust), Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bali mencatat 42 kali sertifikasi ekspor manggis selama periode 1 Januari hingga 9 Februari 2026. Total volume yang dikirim mencapai 79,5 ton.
Kepala BKHIT Bali, Heri Yuwono, menyebutkan bahwa angka tersebut menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan bulan sebelumnya.
“Angka itu naik 700 persen dibandingkan Desember 2025,” ujarnya pada Selasa (10/2). Lonjakan permintaan ini berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan buah segar di pasar Tiongkok menjelang perayaan Imlek.
Meski demikian, Heri menjelaskan bahwa sebelumnya sempat terjadi penurunan volume ekspor akibat produksi manggis yang terdampak cuaca ekstrem. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengiriman dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“BKHIT Bali berusaha memastikan manggis yang akan diekspor memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam protokol ekspor, termasuk bebas kutu putih, lalat buah, kutu tempurung, dan siput,” kata Heri.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan memenuhi standar karantina negara tujuan ekspor.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


