Harga biodiesel dan bioetanol Februari 2026, foto: ESDM
Sobat EBT Heroes! Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk periode Februari 2026. Penetapan ini mencakup dua jenis BBN yang saat ini digunakan di Indonesia, yaitu biodiesel dan bioetanol. HIP menjadi acuan penting dalam pelaksanaan kebijakan pencampuran bahan bakar nabati ke dalam bahan bakar minyak (BBM).
Pada Februari 2026, harga biodiesel tercatat mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya, sementara harga bioetanol berada pada level yang lebih rendah. Berikut penjelasan lengkapnya, termasuk cara perhitungannya.
Biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang diproduksi dari minyak nabati, terutama crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit. Di Indonesia, biodiesel digunakan sebagai campuran minyak solar untuk kebutuhan transportasi dan sektor lainnya. Penggunaan biodiesel bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada BBM impor sekaligus memanfaatkan sumber daya domestik.
Sementara itu, bioetanol adalah bahan bakar nabati berbasis etanol yang dihasilkan dari fermentasi bahan bergula, salah satunya tetes tebu (molases). Bioetanol umumnya dicampurkan ke bensin dan digunakan sebagai bahan bakar alternatif pada kendaraan bermotor tertentu.
Baca Selengkapnya

