Pasbana - Di Pasaman, perbatasan bukanlah garis pemisah. Ia justru menjadi ruang perjumpaan—tempat dua kebudayaan besar di Sumatra saling bertaut, berdialog, lalu melahirkan identitas baru yang khas.
Di wilayah ini, budaya Minangkabau dan Mandailing tidak berdiri berhadap-hadapan, melainkan saling meresap, membentuk harmoni sosial yang unik dan jarang ditemukan di daerah lain.
Pasaman dan Pasaman Barat dikenal sebagai kawasan “lintas budaya” di Sumatra Barat. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Sumatra Utara menjadikan wilayah ini sejak lama menjadi jalur migrasi, perdagangan, dan interaksi antaretnis. Dari proses panjang inilah akulturasi Minang–Mandailing tumbuh, hidup, dan diwariskan lintas generasi.


