Pemerintah perkuat penggunaan bioetanol sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor BBM, foto: Super Radio
Sobat EBT Heroes! Indonesia tengah memasuki fase krusial dalam perjalanan transisi energi nasional. Ketergantungan yang tinggi terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil menjadi tantangan besar, baik dari sisi ketahanan energi maupun keberlanjutan lingkungan. Di tengah kondisi tersebut, bioetanol hadir sebagai salah satu solusi strategis yang mulai diperkuat perannya dalam bauran energi nasional.
Bioetanol merupakan bahan bakar nabati yang diproduksi dari sumber daya terbarukan seperti tebu dan turunannya. Pemanfaatannya tidak hanya bertujuan menekan impor BBM, tetapi juga mendorong penggunaan sumber daya domestik, memperkuat kemandirian energi, serta mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pencampuran BBM dengan bioetanol di Indonesia, foto: ESDM
Selama ini, impor BBM menjadi salah satu faktor utama yang membebani neraca perdagangan Indonesia. Fluktuasi harga minyak global dan keterbatasan produksi minyak mentah dalam negeri membuat Indonesia rentan terhadap gejolak eksternal. Dalam konteks inilah, bioetanol dipandang sebagai alternatif yang memiliki nilai strategis tinggi.
Baca Selengkapnya

