daun beluntas semak pagar yang bisa atasi bau badan hingga diabetes - News | Good News From Indonesia 2026

Daun Beluntas, Semak Pagar yang Enak Disayur & Bisa Atasi Bau Badan hingga Diabetes

Daun Beluntas, Semak Pagar yang Enak Disayur & Bisa Atasi Bau Badan hingga Diabetes
images info

Pluchea indica | Wikimedia Commons | Pengarang: Forest & Kim Starr


Daun beluntas (Pluchea indica), semak yang selama ini sering berdiri sebagai pagar hidup di pekarangan, ternyata menyimpan potensi kesehatan yang menarik perhatian peneliti. Tanaman ini dikenal mampu meredakan bau badan, dan para ahli menyebut manfaatnya meluas hingga diabetes. Sejumlah studi dan keterangan pakar menjelaskan apa saja potensi tersebut serta cara memanfaatkannya dengan aman.

Beluntas termasuk famili Asteraceae dan tumbuh hingga setinggi dua meter. Daunnya berbentuk oval berwarna hijau muda, dan tanaman ini tahan kekeringan sehingga bisa tumbuh di tanah berbatu. Nama lokalnya beragam, antara lain luntas di Jawa dan baruntas di Sunda.

Manfaat Daun Beluntas bagi Kesehatan

Pakar tanaman herbal IPB University, Prof. Sandra Arifin Aziz, menjelaskan terkait beluntas yang sudah lama dikonsumsi masyarakat Sunda, Jawa, dan Madura sebagai sayuran. Aroma khas daunnya juga dipercaya membantu mengurangi bau badan. Tanaman ini banyak tumbuh di kawasan tropis Asia Tenggara dan India.

Prof. Sandra menilai potensi tanaman ini cukup luas. Penilaian tersebut ia sampaikan dalam keterangan yang dimuat situs IPB Today.

“Beluntas adalah tanaman herbal yang sangat menjanjikan,” kata Prof. Sandra.

Menurutnya, daun ini berpotensi membantu penderita diabetes, rematik, gangguan pencernaan, serta menjaga kesehatan kulit dan jantung.

Khasiat tersebut berkaitan dengan kandungan senyawa aktifnya, antara lain flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan minyak atsiri. Menurut artikel kesehatan di Halodoc, kandungan itu memberi sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Antioksidan berperan menetralkan radikal bebas yang berkaitan dengan risiko penyakit kronis, termasuk diabetes.

Untuk kesehatan kulit, kajian literatur dalam repositori UMMAT melaporkan bahwa ekstrak daun beluntas mampu menghambat bakteri penyebab jerawat, seperti Propionibacterium acnes. Kajian itu menggunakan data sekunder dari berbagai penelitian terdahulu. Efeknya belum selalu melampaui kontrol positif. Meski begitu, peneliti melihat peluang pengembangannya menjadi sabun wajah.

baca juga

Beluntas | Foto: Wikimedia Commons | Karya: Boesenbergia
info gambar

Beluntas | Foto: Wikimedia Commons | Karya: Boesenbergia


Penggunaan Beluntas dalam Pengobatan Tradisional

Di tingkat masyarakat, pemanfaatan beluntas diteliti oleh Hilwa Kamilatunnuha dan Tri Cahyanto dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Studi etnobotani yang terbit di jurnal Mikroba edisi Desember 2024 itu mewawancarai 30 warga berusia 40-60 tahun di Kampung Bojong Salam, Banyuresmi, Garut.

Hasilnya, keputihan menjadi kegunaan yang paling sering disebut, yakni 15 dari 30 responden atau 50 persen. Bau badan disebut tujuh responden, bau mulut lima responden, dan sakit pinggang tiga responden. Nilai Use Value untuk keputihan mencapai 0,50, tertinggi di antara keempat kegunaan. Angka itu menggambarkan kegunaan yang paling dikenal warga.

Data tersebut bersumber dari pengalaman warga yang diwariskan turun-temurun, bukan dari uji klinis. Para peneliti juga mencatat minat generasi muda terhadap pengobatan tradisional kian menurun.

“Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat beluntas secara ilmiah,” tulis mereka dalam penelitiannya.

Soal pengolahan, 13 responden memakai air rebusan daun untuk mandi, 12 responden memakannya langsung, dan lima responden meminum air rebusannya. Daun yang dimakan langsung umumnya dipakai untuk bau badan dan bau mulut, sedangkan rebusan minum untuk keputihan dan keluhan pencernaan.

baca juga

Pluchea indica/Beluntas | Wikimedia Commons | Pengarang: Forest & Kim Starr
Pluchea indica/Beluntas | Wikimedia Commons | Pengarang: Forest & Kim Starr

Cara Mengolah & Mengonsumsi Beluntas

Cara paling mudah adalah merebus daun. Beberapa dokter menyarankan 10-15 lembar daun segar direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa satu gelas, lalu diminum sekali sehari. Daun juga bisa dikukus sebentar untuk lalapan, atau dikeringkan dan diseduh seperti teh herbal.

Takaran dalam penelitian Garut lebih ringan. Untuk diminum, peneliti mencatat lima hingga tujuh lembar daun muda dicuci di air mengalir, lalu direbus dalam 300 mililiter air sampai mendidih. Air rebusan disaring dan dibiarkan dingin sebelum diminum.

Konsumsi beluntas sebagai sayuran dinilai aman. Prof. Sandra menjelaskan hal itu saat membahas batas konsumsinya.

“Sebagai sayuran atau lauk, beluntas tidak memiliki batasan konsumsi khusus,” ujarnya. Namun, bentuk rebusan pekat atau ekstrak memerlukan kehati-hatian.

Ada beberapa kelompok yang perlu lebih berhati-hati. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari ekstrak pekat karena belum ada studi klinis yang cukup. Penderita penyakit ginjal perlu waspada, dan pengguna obat diabetes atau pengencer darah sebaiknya berkonsultasi ke dokter dahulu.

baca juga

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

US
FN
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.