bunga layu jangan dibuang ibu ibu tegalweru sulap jadi kerajinan resin bernilai jual - News | Good News From Indonesia 2026

Bunga Layu Jangan Dibuang, Ibu-Ibu Tegalweru Sulap Jadi Kerajinan Resin Bernilai Jual

Bunga Layu Jangan Dibuang, Ibu-Ibu Tegalweru Sulap Jadi Kerajinan Resin Bernilai Jual
images info

Ibu-Ibu yang Antusias Mengikuti Workshop Resin, Property of Memayu Tegalweru


Kawan GNFI, pernah kepikiran kalau bunga kering di pekarangan rumah bisa jadi sumber penghasilan tambahan? Ide inilah yang belakangan dicoba ibu-ibu di Padukuhan Tegalweru, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, lewat sebuah pelatihan kerajinan tangan yang sederhana namun menjanjikan.

Pelatihan ini digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta lewat Program Kerja Workshop dan Manajemen Bisnis Resin, yang digelar di Padukuhan Tegalweru, Sabtu (25/07). Kegiatan ini mengajak ibu-ibu setempat memanfaatkan bunga kering sebagai bahan utama kerajinan resin yang bisa disulap jadi berbagai suvenir cantik.

Dari Pekarangan Jadi Peluang Usaha

Dari hasil pengamatan tim KKN di lapangan, jiwa wirausaha warga Tegalweru sebenarnya sudah lama tumbuh, tercermin dari usaha kuliner rumahan seperti slondok dan peyek kacang. Namun potensi itu masih terpusat pada satu jenis usaha, sementara bunga-bunga di pekarangan warga belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk bernilai jual. Workshop resin inilah yang dirancang untuk menjawab celah tersebut.

baca juga

Penanggung Jawab Program, Nabhan Rais Sulthan Al Abghani, menjelaskan bahwa workshop ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan praktik langsung, dimulai dari penyampaian materi seputar pengenalan resin, alat dan bahan, tahapan pembuatan, hingga peluang usaha dari produk resin.

"Peserta melakukan praktik secara langsung dengan didampingi teman-teman mahasiswa KKN hingga menghasilkan produk seperti gantungan kunci, hiasan, atau suvenir," ujar Rais.

Bagaimana Bunga Kering Bisa Jadi Kerajinan?

Teknik yang diajarkan cukup sederhana, yakni mengawetkan bunga kering ke dalam cairan resin. Bunga ditempatkan di dalam cetakan, lalu resin dituang dan dibiarkan mengeras. Menurut ulasan Digital Marketing School, resin yang telah mengeras tampil bening seperti kaca, kuat, dan tahan lama, serta mudah dipadukan dengan berbagai hiasan seperti bunga kering, glitter, atau pigmen warna. Karena itu bentuk dan warna bunga tetap terjaga jauh lebih lama dibanding jika dibiarkan layu begitu saja.

baca juga

Ada satu catatan teknis yang perlu diingat pemula: perbandingan campuran resin dan pengerasnya harus tepat sesuai petunjuk pabrik. Kesalahan takaran dapat membuat resin tidak mengeras dengan sempurna.

Bukan Sekadar Kreativitas, tapi Juga Peluang Ekonomi

Rais menyampaikan, workshop ini digagas dengan harapan warga, khususnya ibu-ibu Padukuhan Tegalweru, dapat memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

"Selain meningkatkan kreativitas, keterampilan ini juga diharapkan dapat menjadi peluang usaha rumahan yang mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga," katanya.

baca juga

Peluang itu nyata. UKMINDONESIA.ID mencatat bahwa banyak pelaku usaha kerajinan resin memulainya dari hobi yang lalu berkembang menjadi usaha rumahan, dengan produk seperti gantungan kunci, aksesori, dekorasi meja, hingga suvenir acara.

Meski begitu, media yang sama mengingatkan bahwa pelaku usaha tetap perlu memahami pasar, tantangan produksi, dan strategi agar usahanya bisa bertahan dalam jangka panjang. Hal ini sejalan dengan rasa penasaran para peserta di Tegalweru yang banyak bertanya soal pemasaran.

Pelatihan serupa juga pernah dilakukan di lingkungan perguruan tinggi. Dalam sebuah kegiatan pengabdian, mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret berlatih membuat aksesori dari resin dan bunga kering bersama praktisi, sekaligus berkonsultasi soal peluang usaha dan cara memasarkan produk.

Disambut Antusias, Peserta Penasaran Soal Pemasaran

Rais mengaku senang dengan antusiasme peserta yang mengikuti seluruh rangkaian workshop secara aktif.

baca juga

"Alhamdulillah, antusiasme ibu-ibu Padukuhan Tegalweru sangat baik. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik pembuatannya. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan, berdiskusi mengenai teknik pembuatan, dan tertarik untuk mengetahui bagaimana cara memasarkan produk resin agar bisa menjadi usaha," ujarnya.

Jangan Lupa Keselamatan Kerja

Di balik tampilannya yang cantik, bahan resin perlu ditangani dengan hati-hati. Ulasan Selasar menyebut resin dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang jika pengguna tidak memakai alat pelindung diri. Resin epoksi tergolong paling aman di antara jenis resin pabrikan, tetapi paparan berulang tetap bisa memicu alergi. Karena itu, sarung tangan dan masker sebaiknya disiapkan bagi siapa pun yang ingin menekuni kerajinan ini secara rutin.

Ke depan, tim berharap keterampilan yang telah diajarkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, melainkan benar-benar diterapkan secara berkelanjutan oleh peserta.

baca juga

"Semoga ibu-ibu Padukuhan Tegalweru dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah dipelajari, menghasilkan produk yang berkualitas, dan jika memungkinkan membentuk kelompok usaha bersama sehingga kerajinan resin dapat menjadi salah satu sumber pendapatan serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di Padukuhan Tegalweru," pungkas Rais.

Dari bunga yang tadinya dianggap tak lagi berguna, kini lahir peluang baru bagi ibu-ibu Tegalweru untuk berkarya sekaligus menambah penghasilan keluarga. Sebuah bukti kecil bahwa kreativitas dan kemauan belajar bisa mengubah sesuatu yang sederhana menjadi bernilai.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KM
IJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.