dari restoran kereta api hingga prama prami jejak panjang pelayanan di atas rel - News | Good News From Indonesia 2026

Dari Restoran Kereta Api hingga Prama-Prami, Jejak Panjang Pelayanan di Atas Rel

Dari Restoran Kereta Api hingga Prama-Prami, Jejak Panjang Pelayanan di Atas Rel
images info

Kereta api/KAI


Pelayanan di dalam kereta api Indonesia ternyata memiliki sejarah panjang yang sudah berlangsung sejak era 1930-an. Saat perjalanan antarkota membutuhkan waktu berjam-jam, kebutuhan penumpang terhadap makanan dan minuman menjadi bagian penting dalam perjalanan.

Dari kebutuhan tersebut lahir layanan restoran kereta api yang kemudian berkembang mengikuti perubahan zaman. Pada masa awal, pelayanan berpusat pada kereta restorasi atau kereta makan. Petugas pelayan restorasi menjadi sosok yang berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama perjalanan.

Seiring berkembangnya perjalanan kereta api, pola pelayanan ikut berubah. Petugas tidak hanya berada di kereta makan, tetapi mulai hadir lebih dekat dengan pelanggan di sepanjang rangkaian. Dari sinilah profesi pramugara dan pramugari kereta api berkembang hingga dikenal dengan istilah prama dan prami.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perubahan tersebut berjalan seiring perkembangan sarana dan kebutuhan masyarakat.

baca juga

“Pelayanan di dalam kereta memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Bermula dari kebutuhan menyediakan makanan dan minuman selama perjalanan, bentuk pelayanan terus berkembang bersama perubahan sarana dan kebutuhan pelanggan. Kereta makan serta petugas yang melayani pelanggan menjadi bagian dari pengalaman perjalanan dari generasi ke generasi,” ujar Anne.

Dari RESTORKA hingga Lahirnya Pelayanan Modern

Pengelolaan layanan restorasi semakin terstruktur ketika perkeretaapian Indonesia memasuki era Perusahaan Jawatan Kereta Api atau PJKA. Setelah sebelumnya bernama Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA) sejak 1963, kelembagaan tersebut berubah menjadi PJKA pada 1971.

Pada periode itu, RESTORKA menjadi bagian dari lingkungan PJKA dan berkantor di Jalan Stasiun Timur No. 6 Bandung. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PJKA Nomor 4805/SK/72 tanggal 5 Desember 1972, RESTORKA kemudian ditempatkan sebagai unit khusus dalam struktur organisasi PJKA.

baca juga

Sejarah tersebut juga menyimpan cerita kuliner. Salah satunya Nasi Goreng Parahyangan yang kemudian dikenal sebagai salah satu menu legendaris dalam perjalanan kereta api.

“Kalau kita melihat perjalanan tersebut, makanan ternyata mempunyai tempat tersendiri dalam sejarah kereta api. Ada pelanggan yang mengingat perjalanan melalui keretanya, pemandangan yang dilewati, hingga makanan yang dinikmati selama berada di atas kereta. Pengalaman-pengalaman seperti inilah yang ikut membentuk memori perjalanan dari masa ke masa,” kata Anne.

Perubahan juga terjadi pada penampilan dan peran petugas. Seragam prama-prami mengalami perkembangan mengikuti identitas perusahaan dan standar pelayanan. Unsur budaya Indonesia turut hadir dalam kesempatan tertentu, seperti saat prama-prami KAI Services mengenakan batik karya Anne Avantie pada Hari Batik Nasional 2025.

Kini, prama-prami tidak hanya membantu pelanggan selama perjalanan, tetapi juga mendukung layanan makanan dan minuman secara langsung di sepanjang rangkaian.

baca juga

Kereta Makan Berevolusi, Kuliner Makin Beragam

Hampir satu abad setelah layanan restoran kereta api mulai dikenal, kereta makan masih menjadi bagian penting dalam perjalanan kereta jarak jauh. Namun, bentuk dan teknologinya terus mengalami pembaruan.

KAI melakukan modernisasi terhadap kereta makan eksisting melalui program modifikasi di Balai Yasa Tegal. Sepanjang 2024–2025, sebanyak 17 Kereta Makan M1 selesai dimodifikasi, terdiri dari empat unit pada 2024 dan 13 unit pada 2025. Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan 10 Kereta Makan M1.

Modernisasi mencakup pemeriksaan rangka, roda, sistem pengereman dan kelistrikan, hingga peningkatan pencahayaan, tata ruang serta fasilitas pelanggan. Hasil modifikasi bahkan telah digunakan untuk perjalanan di luar Jawa, salah satunya KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuklinggau PP.

baca juga

“Modernisasi tidak selalu berarti mengganti sarana lama dengan yang baru. KAI juga meningkatkan sarana yang masih laik melalui program modifikasi. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan dapat dilakukan melalui regenerasi sarana baru sekaligus optimalisasi kereta eksisting,” ujar Anne.

Regenerasi juga dilakukan melalui pengadaan kereta baru produksi PT INKA. Dalam kontrak pengadaan 612 kereta periode 2023–2027, terdapat 57 kereta makan yang akan hadir secara bertahap.

“Setiap generasi sarana mempunyai perjalanan sendiri. Saat ini kereta makan lama yang masih andal, kereta hasil modifikasi, serta kereta baru dapat berada dalam ekosistem operasi yang sama. Regenerasi kami lakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keselamatan, keandalan, dan kenyamanan pelanggan,” kata Anne.

Sementara dari sisi kuliner, pilihan makanan kini semakin beragam melalui layanan Kuliner Kereta yang dikelola KAI Services. Menu seperti Nasi Goreng Parahyangan Legend, Nasi Sei Sapi, dan Nasi Sapi Lada Hitam menjadi bagian dari pilihan pelanggan.

baca juga

Pelayanan pun semakin praktis. Penumpang tidak harus datang ke kereta makan karena prama-prami dapat menawarkan makanan dan minuman langsung di sepanjang rangkaian.

“Banyak hal telah berubah. Sarana semakin modern, seragam petugas berkembang, pilihan makanan semakin beragam, dan cara pelanggan mendapatkan pelayanan juga semakin mudah. Namun, ada satu benang yang tetap sama sejak puluhan tahun lalu, yaitu menghadirkan pelayanan selama pelanggan menjalani perjalanan dengan kereta api,” ujar Anne.

Ia menilai keberadaan para petugas menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan kereta api Indonesia.

“Ketika membicarakan sejarah kereta api, kita sering mengingat lokomotif, stasiun, atau jalurnya. Padahal, di dalam setiap rangkaian juga terdapat orang-orang yang selama puluhan tahun melayani perjalanan pelanggan. Dari pelayan restorasi pada masa lalu hingga prama-prami hari ini, mereka menjadi bagian dari cerita panjang pelayanan kereta api Indonesia,” tutup Anne.

baca juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.