lagu mandarin tian mi mi ternyata mengadaptasi melodi lagu dayung sampan kok bisa - News | Good News From Indonesia 2026

Lagu Mandarin Tian Mi Mi Ternyata Mengadaptasi Melodi Lagu Dayung Sampan, Kok Bisa?

Lagu Mandarin Tian Mi Mi Ternyata Mengadaptasi Melodi Lagu Dayung Sampan, Kok Bisa?
images info

Ilustrasi kebudayaan Tionghoa | H&CO/Unsplash


Ada yang pernah dengar lagu klasik Tiongkok yang bertajuk "Tian Mi Mi"? Lagu berbahasa Mandarin yang bermakna โ€œmadu manisโ€ ini dipopulerkan oleh diva legendaris asal Taiwan, Teresa Teng. Lagu yang dirilis pada 1979 ini menjadi salah satu karya paling ikonik dalam sejarah musik Pop Mandarin.

Namun, Tahukah Kawan kalau ternyata melodi lagu ini sebenarnya berasal dari Indonesia. Nada lagu "Tian Mi Mi" diadaptasi dari lagu rakyat Banten berjudul "Dayung Sampan". Kok bisa?

Selayang Pandang Soal Lagu Dayung Sampan

Lagu "Dayung Sampan" adalah lagu daerah Indonesia yang berasal dari wilayah Banten. Konon, musik ini memiliki keterkaitan erat dengan kebudayaan Tionghoa Betawi serta masyarakat Peranakan Benteng.

Lagu ini mulai dikenal luas sejak era 1940-an setelah dipopulerkan oleh pesinden Dasimah. Secara tradisional, pertunjukannya diiringi oleh orkes gambang kromong yang kental dengan sentuhan budaya Tionghoa.

Lirik asli "Dayung Sampan" menceritakan kehidupan nelayan serta perjalanan mereka melaut untuk mencari ikan. Peneliti Museum Nasional Sejarah Taiwan, Huang Yu-yuan, menyebut isi aslinya adalah sebatas obrolan santai dan seruan para nelayan.

Popularitasnya kemudian menyebar ke Singapura melalui para migran Indonesia pada pertengahan abad ke-20. Dikutip dari CNA, komponis kelahiran Semarang, Osman Ahmad, kemudian mengaransemen lagu ini untuk filmย Aloha pada tahun 1950.

Di Indonesia, lagu ini direkam oleh Rita Zahara pada 1956 dan Aida Mustafa pada 1969. Penyanyi Titiek Sandhora hingga maestro Benyamin Sueb pun tercatat pernah membawakan versi daur ulangnya.

baca juga

"Dayung Sampan" Diadaptasi Jadi "Tian Mi Mi"

Sebelum versi Teresa Teng lahir, melodi lagu ini diadaptasi di Singapura menjadi lagu Mandarin berjudul "Poor Great Uncle" pada 1956. Kedekatan para bintang Taiwan dengan komunitas Tionghoa Asia Tenggara membuat lagu Nanyang (sebutan untuk Asia Tenggara) sering dinyanyikan ulang.

Teresa Teng sendiri sempat merekam versi bahasa Indonesia dari "Dayung Sampan" saat melakukan tur konser pada 1978. Dikatakan bahwa Teresa Teng cukup banyak menyanyikan ulang lagu-lagu Indonesia kala itu.

Pada tahun 1979, Teresa Teng harus menetap di Amerika Serikat karena masalah paspor saat berada di Jepang. Demi memenuhi kontrak albumnya, ia mengadaptasi melodi "Dayung Sampan" ke dalam bahasa Mandarin.

Lirik bahasa Mandarin lagu ini ditulis oleh sastrawan legendaris Zhuang Nu. Zhuang Nu hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk merampungkan lirik "Tian Mi Mi" khusus untuk Teresa Teng.

Ia mengubah suasana obrolan nelayan yang riuh menjadi kisah cinta yang manis dan ceria. Lagu ini kemudian resmi dirilis pada September 1979 dan langsung meraih kesuksesan besar.

Kesuksesan "Tian Mi Mi" tidak hanya mencetak penjualan album platinum, tapi juga menginspirasi film Comrades: Almost a Love Story.

Menariknya, "Dayung Sampan" bukanlah satu-satunya lagu Indonesia yang diadaptasi musisi luar. Huang Yu-yuan mencatat bahwa lagu "Sing Sing So" dari Tapanuli diubah menjadi "Boat Song", serta lagu "Bengawan Solo" sangat hits di Taiwan.

Bahkan, komponis Ananda Sukarlan mengabadikan sejarah ini lewat karya piano klasik Rapsodia Nusantara nomor 36. Karya itu menggabungkan melodi "Dayung Sampan" dan "Tian Mi Mi" untuk memperkenalkan asal-usulnya kepada pemusik internasional.

baca juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.