kuliah bahasa inggris di indonesia nurma cena dari thailand malah sekalian belajar bahasa indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Kuliah Bahasa Inggris di Indonesia, Nurma Cena dari Thailand Malah Sekalian Belajar Bahasa Indonesia

Kuliah Bahasa Inggris di Indonesia, Nurma Cena dari Thailand Malah Sekalian Belajar Bahasa Indonesia
images info

Nurma Cena, mahasiswa asal Thailand, memberi sambutan sebagai perwakilan wisudawan internasional di Wisuda UIN RIL Lampung.


Jauh-jauh dari Thailand Selatan, Nurma Cena datang ke Indonesia untuk menimba ilmu di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL). Bukan tanpa alasan Indonesia dipilih sebagai negara tempatnya belajar. Menurutnya, ada kedekatan budaya dan latar belakang keislaman antara Indonesia dan daerah asalnya di Thailand Selatan.

Selain itu, ia juga telah mendengar cerita tentang UIN RIL dari seorang kakak tingkat yang lebih dulu berkuliah di kampus tersebut. Dari cerita itu, Nurma pun tertarik hingga akhirnya memutuskan melanjutkan pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN RIL.

Tentu, ini bukan sebuah keputusan yang mudah. Sebab, saat pertama kali datang ke NKRI, Nurma harus berhadapan keterbatasan bahasa.

Ya, saat tiba di Indonesia, ia mengaku belum memahami bahasa Indonesia. Meski demikian, dengan strategi yang tepat dan lingkungan yang suportif membuat Nurma cepat beradaptasi.

baca juga

Nurma kemudian membangun pertemanan dengan mahasiswa Indonesia dan berkomunikasi dengan mereka. Dari percakapan itulah, kemampuan bahasa Indonesianya perlahan berkembang.

“Dari saya tidak tahu, tidak mengerti, jadi saya bisa ngomong bahasa Indonesia dengan lancar dan tahu apa budaya Indonesia dan juga budaya Lampung,” kata Nurma dalam sambutannya pada Wisuda Periode III Tahun 2026, dikutip dari laman resmi UIN Raden Intan Lampung, Kamis (1/10/2026).

Kuliah Bahasa Inggris, Sekaligus Belajar Bahasa Indonesia

Kawan, Nurma mengambil prodi Pendidikan Bahasa Inggris di UIN RIL. Tapi pada faktanya, ia tidak hanya belajar bahasa Inggris. Sebagai pendatang, ia juga secara tidak langsung harus belajar bahasa Indonesia.

Tak hanya dari segi bahasa. Menjadi mahasiswa di negara lain juga membuat Nurma harus membangun kembali lingkungan sosialnya. Jauh dari keluarga, ia bertemu dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

baca juga

Untungnya, ada mahasiswa asal Thailand lain yang sama-sama menempuh pendidikan di UIN RIL. Kehadiran mereka membuat Nurma tidak sepenuhnya merasa sendirian.

“Walaupun jauh dari rumah, tapi di sini juga masih ada banyak teman yang membuat saya sangat hangat di hati. Di sini juga bukan sendiri, tapi ada beberapa teman dari Thailand juga. Dan teman Indonesia itu baik banget sama saya,” tuturnya.

Embung Menjadi Salah Satu Tempat yang Ia Kenang

Kawan, Nurma punya kenangan dengan embung UIN RIL yang berada di dekat masjid dan gedung rektorat baru. Tempat itu jadi satu dari berbagai spot yang berkesan baginya.

Menurutnya, suasana di Embung membuatnya merasa tenang. Wajar saja, sebab Embung UIN RIL dikelilingi pepohonan yang hijau sehingga membuat tempat itu terasa sejuk.

baca juga

Embung juga menjadi salah satu tempat ia bertemu dan berbagi cerita dengan teman-temannya.

Orang Tua Tak Hadir di Wisuda

Pada akhirnya, Nurma berhasil menyelesaikan studinya. Pada Rabu (30/9/2026), ia menjadi salah satu wisudawan UIN RIL. Bahkan, Nurma dipercaya menjadi perwakilan wisudawan internasional untuk memberikan sambutan dalam Wisuda Periode III Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) KH Ahmad Hanafiah.

sayangnya, kedua orang tua Nurma tidak dapat hadir langsung di acara wisuda. Meski begitu, ia percaya kedua orang tuanya tetap mengikuti momen tersebut dan menantikan kepulangannya ke Thailand setelah menyelesaikan pendidikan.

“Walaupun hari ini orang tua saya tidak bisa hadir bersama saya di hari wisuda ini, tetapi saya tahu beliau masih menonton saya dan juga menunggu kepulangan saya dengan kejayaan,” tuturnya.

baca juga

Kini, setelah menyandang gelar sarjana, waktunya untuk kembali ke negara asal semakin dekat. Dan Lampung punya tempat tersendiri di ingatannya.

“Hari ini saya tidak hanya membawa pulang gelar sarjana ke Thailand, saya membawa pulang sepotong hati juga selama tinggal di Lampung. Saya membawa pulang pemahaman tentang Islam, rahmatul lil’alamin, yang damai dan moderat dari Indonesia,” tuturnya.

 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.