Halo Kawan GNFI! Kalian pernah bingung harus mulai dari mana saat membuat CV, menyusun portofolio, atau menghadapi wawancara kerja yang bikin jantung berdebar? Siti Muamalah, mahasiswi Teknik Industri Universitas Tanjungpura, pernah ada di posisi itu.
Untungnya, ia menemukan jawabannya lewat AIESEC Future Leaders (AFL), program yang kini hadir kembali lewat AFL Winter Peak 2026 dari AIESEC in Untan. Penasaran serunya seperti apa?Β Yuk, kita bongkar bareng-bareng!
Kenalan Dulu, Yuk: Apa Itu AFL?
AIESEC Future Leaders, atau akrab disapa AFL, adalah program pembinaan selama dua bulan untuk pemuda yang siap naik kelas. S
elama itu, peserta akan diajak mengikuti berbagai sesi pengembangan kemampuan, mulai dariΒ soft skill sampai hard skill, yang semuanya tersusun rapi dalam lima level seru ala AFL. Tujuannya sederhana tapi ambisius, yaitu meningkatkan peran kepemimpinan pemuda lewat pelatihan yang benar-benar terasa manfaatnya, bukan sekadar teori di atas kertas.
Siapa Saja yang Boleh Gabung, dan Untungnya Apa Sih?
Program ini terbuka untuk kamu yang berstatus mahasiswa aktif dan sudah berusia 18 tahun ke atas. Tidak perlu jadi yang paling jago dulu, yang penting siap produktif dan mau mengembangkan diri.
Sebagai gantinya, banyak hal seru bisa kamu bawa pulang: belajar kepemimpinan langsung dari pengalaman, menemukan potensi terbaikmu, menambah relasi hingga skala global, mendapat sertifikat dan apresiasi eksklusif, dibimbing mentor dari AIESEC, sampai mendapat knowledge langsung dari speaker berpengalaman. Lumayan banget, kan, buat bekal sebelum terjun ke dunia kerja?
Lima Level Seru dalam Petualangan AFL
Perjalanan di AFL disusun berjenjang, persis seperti naik level di sebuah gim. Level pertama, Explore the Challenge, melatih peserta menganalisis masalah dan menyusun rencana eksekusi. Level kedua, Connect Before You Create, mengasah kemampuan komunikasi peserta lewat wawancara langsung dengan UMKM dan stakeholder terkait.
Masuk level ketiga, Create to Communicate, peserta belajar meramu strategi pemasaran dan membuat konten yang benar-benar bisa dipakai UMKM, bukan cuma tugas kuliah biasa. Level keempat, Turn Ideas into Impact, mengajak peserta mengukur dampak dari project yang sudah dijalankan.
Level terakhir, From Problem to Impact, menjadi panggung bagi peserta untuk menceritakan seluruh perjalanan mereka, dari masalah awal sampai dampak nyata yang dihasilkan, lengkap dengan wawasan dari diskusi internasional. Selesai level lima, bukan cuma naik level, tapi juga naik kelas jadi calon pemimpin yang lebih siap.
Dari Induction sampai Graduation, Intip Serunya Rangkaian Acara
Perjalanan AFL dimulai dari Induction, sesi pembukaan resmi yang membekali peserta dengan gambaran lengkap program, jadwal, dan aturan main selama program berlangsung. Selanjutnya, ada Capacity Building sebanyak empat kali, tempat peserta mendapat pelatihan langsung dari speaker sekaligus ruang diskusi seru bersama para coach.
Di sela-sela itu, Coaching Session jadi momen untuk mengobrol santai dengan coach dan teman satu grup soal target dan perkembangan masing-masing. Semua proses belajar itu lalu dituangkan lewat Final Project, kegiatan kelompok yang hasilnya benar-benar dipakai oleh UMKM, bukan cuma numpuk di folder tugas.
Menjelang akhir program, ada Activating Leadership Support, sesi yang membantu peserta merencanakan langkah selanjutnya, entah lewat program Global Volunteer ke luar negeri atau kesempatan menjadi AFL Coach di periode berikutnya. Rangkaian ini ditutup dengan AFL Graduation, momen evaluasi, refleksi, sekaligus perpisahan hangat dengan coach dan teman seperjuangan.
Kata Mereka yang Sudah Rasakan Serunya AFL
Bicara soal manfaat, sepertinya lebih pas kalau dengar langsung dari yang sudah menjalaninya. Siti Muamalah, misalnya, sempat bingung memulai CV, portofolio, dan tata cara wawancara yang profesional. Begitu melihat gambaran program AFL, ia yakin ini cocok untuk langkah kariernya.
Setelah dua bulan belajar, ia memberanikan diri melamar magang di semester tiga dan akhirnya lolos di UPA PKK Untan batch 2, lengkap dengan bekal portofolio serta pengetahuan tata cara wawancara yang ia dapat selama AFL.
Cerita lain datang dari Intan Alika, mahasiswi English Tadris IAIN Pontianak, yang menyebut pengalamannya di AFL Summer Peak sebagai sesuatu yang "meaningful". Ia belajar banyak hal baru, mulai dari public speaking, komunikasi, teamwork, sampai berkenalan langsung dengan peserta asal Vietnam dan belajar sedikit bahasanya. Dua cerita berbeda, satu benang merah: AFL memberi ruang untuk bertumbuh dengan caranya masing-masing.
Naik Level Jadi Pemimpin Masa Depan, Kenapa Tidak?
Kawan GNFI, kira-kira masih ragu untuk mendaftar? Wajar saja. Setiap pemimpin hebat juga pernah bingung harus mulai dari mana, sebelum akhirnya memilih untuk mencoba. AFL Winter Peak 2026 bisa jadi salah satu tombol start untuk mengenal dirimu lebih jauh, menambah relasi, dan membuka kemungkinan baru yang mungkin belum pernah kamu bayangkan. Kalau langkah ini terasa cocok untukmu, AIESEC in Untan akan senang menyambutmu di AFL Winter Peak 2026.


