art jakarta 2026 hadirkan karya kolaborasi brand dan seniman lokal indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Art Jakarta 2026 Hadirkan Karya Kolaborasi Brand dan Seniman Lokal Indonesia

Art Jakarta 2026 Hadirkan Karya Kolaborasi Brand dan Seniman Lokal Indonesia
images info

Art Jakarta 2026 Hadirkan Karya Kolaborasi Brand dan Seniman Lokal Indonesia | Press Release


Helatan Art Jakarta 2026 telah usai digelar pada 2-4 Oktober 2026. Gelaran yang memasuki edisi ke-16 ini digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Hadirnya gelaran Art Jakarta 2026 ini menjadi bukti keberlangsungan bidang seni rupa kontemporer di Indonesia. Walau kondisi dan situasi yang terjadi hari ini terus berubah seiring berjalannya waktu, kreativitas serta hasil karya dari perupa Indonesia masih bisa dinikmati hingga saat sekarang.

Helatan Art Jakarta

Tahun ini, Art Jakarta hadir dengan memperluas cakupannya dalam dua ajang khusus. Pertama, ada Art Jakarta Gardens yang berfokus pada karya seni rupa luar ruangan dan site specific.

Seperti namanya, hasil karya ini ditampilkan khusus untuk latar terbuka. Sementara itu, ajang lainnya hadir dalam bentuk Art Jakarta Papers.

baca juga

Ajang ini menampilkan karya seni yang berbasis pada kertas. Ajang ini menawarkan platform bagi karya-karya yang kurang tersorot dalam format pekan seni konvensional.

Kedua ajang khusus yang menjadi perluasan cakupan Art Jakarta ini sudah berhasil terlaksana pada Februari dan Mei 2026 lalu. Keberlangsungan dari kedua ajang tersebut juga menjadi bentuk diversifikasi program dari Art Jakarta guna menjangkau media seni dalam kisaran yang lebih luas.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Fair Director Tom Tandio pada konferensi pers Art Jakarta 2026 pada 2 Oktober 2026.

"β€œSenang sekali bisa menghadirkan kembali Art Jakarta, setelah keberhasilan Art Jakarta Gardens dan Art Jakarta Papers yang telah terselenggara beberapa waktu sebelum ini. Art Jakarta terus tumbuh sebagai pekan seni internasional yang menghubungkan kancah seni rupa Indonesia dan dunia internasional. Seiring pertumbuhan ini, berbagai komunitas dan elemen yang membentuk ekosistem seni tumbuh mengiringi kami: seniman, galeri, kolektor, kurator, pecinta seni, dan banyak lagi lainnya," jelas Tom Tandio seperti yang dikutip dari Press Release.

baca juga

"Dengan bangga, kami membawakan prakarsa-prakarsa penting untuk memajukan sektor seni Indonesia, termasuk Korea Focus, menampilkan 14 galeri muda yang menjanjikan dari Korea Selatan, dan SCOPE, yang didukung oleh MTN Seni Budaya, untuk menghimpun enam pekan seni yang sedang muncul dari seluruh Indonesia. Kami harap Art Jakarta dapat terus berperan untuk ekosistem-ekosistem seni di kawasan ini," tambahnya.

Tampilkan Karya Seniman Lokal dan Mancanegara

Pada ajang Art Jakarta 2026, 75 galeri ditampilkan selama lebih kurang tiga hari di JIExpo Kemayoran. Sebagian besar dari karya yang ditampilkan merupakan galeri dari Indonesia.

Hampir dari separuh karya yang ada pada helatan ini merupakan hasil dari galeri Indonesia. Sementara itu, 33 galeri diantaranya berasal dari mancanegara, termasuk 19 galeri yang baru pertama kali berpartisipasi dalam ajang tersebut pada tahun ini.

Kolaborasi Brand dan Seniman Indonesia

Tidak hanya menampilkan karya-karya terbaik dari para seniman, kolaborasi antara beberapa brand dengan perupa lokal Indonesia juga menjadi daya tarik tersendiri dalam helatan ini. Misalnya, Julius Baer yang menjadi salah satu Lead Partners Art Jakarta menggandeng Handiwirman Saputra untuk menampilkan hasil kolaborasi karya di VIP lounge mereka.

baca juga

"Kolaborasi kami dengan Handiwirman Saputra di lounge kami mempertunjukkan kekuatan kreativitas yang transformatif. Pengalaman Kuasa Alam yang interaktif mengundang pengunjung untuk melibatkan diri dengan seni dan menjelajahi hubungan yang unik dengan alam, dengan cara menyesuaikan karya seni cetaknya sendiri. Seperti halnya kami menyesuaikan solusi khusus dalam wealth management untuk aspirasi individual, pengalaman ini memupuk ekspresi kreatif yang amat sangat personal," ucap Interim Market Head for South East Asia Julius Boer Andrew Lee.

Selain itu, Bibit dan Stockbit juga turut menggandeng perupa asal Yogyakarta, Endry Pragusta untuk merancang sebuah karya yang bertajuk Lost at Sea. Karya yang ditampilkan dalam instalasi berbentuk perahu ini memperlihatkan paralel antara kemampuan penyesuaian, adaptasi dalam proses pembelajaran, serta ketangguhan seorang investor dalam perjalanan finansialnya.

"Melalui Lost at Sea, kami menjelajahi gagasan tentang kemampuan adaptif, sesuatu yang esensial tidak hanya dalam pendidikan dan pembelajaran, tapi juga dalam mengarungi perjalanan finansial sebagai investor. Instalasi perahu Endry Pragusta merefleksikan gagasan ini dengan indah, mengundang kita untuk memikirkan bagaimana menyesuaikan diri dan tetap ulet seiring perubahan situasi" tutur Head of PR & Corporate Communication of Bibit and Stockbit William.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.