Ada satu makanan tradisional khas dari Yogyakarta yang jarang dijumpai saat ini. Makanan tersebut bernama jenang srobo.
Jika Kawan mencari tentang jenang srobo di mesin pencarian, maka tidak ada informasi spesifik yang membahas kuliner tradisional yang satu ini. Bahkan mesin pencarian lebih mengarahkan ke jenis jenang lainnya yang juga umum dijumpai di tengah masyarakat.
Tidak heran mengapa makanan tradisional ini jarang dijumpai saat ini. Sebab sejak dulunya jenang srobo tidak menjadi salah satu makanan yang banyak dijual oleh para pedagang yang ada di Yogyakarta.
Walau begitu, masih ada informasi yang tersedia membahas seputar makanan tradisional khas Yogyakarta tersebut. Lantas bagaimana ulasan lengkap terkait jenang srobo?
Simak ulasan lengkap seputar makanan tradisional khas Yogyakarta ini dalam artikel berikut.
Asal Usul Jenang Srobo
Dinukil GNFI dari buku Ensiklopedi Makanan Tradisional (di Pulau Jawa dan Pulau Madura), jenang srobo merupakan salah satu makanan tradisional yang berasal dari daerah Yogyakarta. Makanan ini dulunya tercipta dari kondisi sebuah keluarga di masa lalu.
Dalam buku tersebut dijelaskan jika dulunya ada sebuah keluarga yang berasal dari kalangan kurang mampu dan memiliki banyak anak. Suatu ketika, keluarga ini tidak memiliki uang untuk membeli banyak persediaan makanan.
Meskipun demikian, anak-anak mereka meminta makanan pada kedua orang tuanya. Atas dasar itu, kedua orang tua dari keluarga tersebut kemudian mengolah makanan dari persediaan makanan yang mereka miliki.
Kedua orang tua tersebut kemudian mengambil segenggam beras dan memasaknya bersama bumbu-bumbu yang tersedia di dapur. Semua bahan ini kemudian dicampur dalam sebuah wadah dan dimasak dengan air yang banyak.
Dari proses pembuatan inilah, makanan tersebut masak dan menjadi bubur. Atas pembuatannya yang dianggap sembrono atau ceroboh karena mencampurkan berbagai macam bahan yang tersedia, akhirnya makanan tradisional tersebut dikenal dengan nama jenang srobo.
Jarang Dijumpai di Pasar Tradisional
Karena menggunakan beras sebagai bahan dasar utama, jenang srobo ini bisa menjadi makanan utama untuk dikonsumsi sehari-hari. Walau begitu, Kawan mungkin akan cukup kesulitan untuk menemukan makanan tradisional yang satu ini.
Jenang srobo dianggap sebagai makanan tradisional yang tidak memiliki nilai ekonomis tinggi. Hal ini membuat jarang penjual yang menyediakan makanan tradisional tersebut.
Selain itu, jenang srobo juga jarang disuguhkan dalam acara sosial di tengah masyarakat, seperti gotong royong warga atau momen lainnya. Biasanya, jenang srobo hanya dimasak untuk konsumsi keluarga ini saja.
Cara Membuat Jenang Srobo
Jika Kawan penasaran dengan cita rasa dari jenang srobo ini, bisa saja untuk membuatnya secara mandiri. Apalagi bahan yang digunakan untuk membuat makanan tradisional khas Yogyakarta tersebut cukup sederhana dan mudah didapatkan.
Untuk membuat jenang srobo, terdapat beberapa bahan yang perlu Kawan persiapkan terlebih dahulu. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat jenang srobo di antaranya beras, kacang panjang, tempe, dan daun melinjo.
Selain itu, ada juga bumbu tambahan lain yang digunakan dalam proses memasak, seperti garam, daun salam, cabe merah, bawang merah, dan bawang putih. Setelah semua bahan tersedia, maka proses memasak bisa dimulai.
Pada awalnya, haluskan semua bumbu, kecuali daun salam, yang sudah disiapkan. Setelah itu, masak beras di dalam tungku dengan jumlah air yang banyak.
Aduk nasi hingga menjadi bubur di atas api sedang. Selagi mengaduk, masukkan semua bumbu yang sudah dihaluskan sebelumnya.
Ketika hampir matang, tambahkan bahan-bahan lainnya ke dalam nasi bubur tersebut. Terakhir, aduk terus nasi bubur hingga matang secara keseluruhan.
Setelah matang, jenang srobo bisa dihidangkan dan dinikmati bersama. Kawan juga bisa memberi tambahan lain, seperti kerupuk dan sambal untuk menambah cita rasa saat mengonsumsi makanan tradisional khas Yogyakarta tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


