Pemain sepak bola keturunan Indonesia yang berkiprah di luar negeri tentu sudah banyak dikenal. Namun, siapa sangka, ternyata ada juga pemain bola voli top di negara lain yang punya darah Indonesia.
Pemain tersebut adalah Luke Dwi Putra Smith. Dari namanya saja, tidak sulit menebak bahwa ia keturunan Indonesia. Ia saat ini berstatus warga negara Australia, namun darah Indonesia mengalir begitu deras dalam dirinya.
Luke Dwi Putra Smith lahir di Jakarta pada 30 Agustus 1990. Darah Indonesia Luke didapatnya dari pihak ibunya. Diketahui ibunya memiliki garis keturunan Manado dan Jawa. Sementara itu, ayahnya adalah orang Australia berdarah Inggris.
Pada musim 2025–2026, Luke bermain bagi klub asal Republik Ceko, AERO Odolena Voda. Bisa dibilang, Luke adalah pemain yang kerap melanglang buana ke berbagai negara dalam berkarier.
Saat masih merintis karier saja, ia sudah merantau jauh meninggalkan Australia. Setelah menimba ilmu di Australian Institute of Sport, pada 2010 ia hijrah ke Swedia untuk bergabung dengan klub bernama Linköping VC. Hanya semusim di sana, ia berpindah negara lagi ke Italia, Republik Ceko, Jerman, Finlandia, Portugal, Polandia, dan Turki. Tak hanya di Australia dan Eropa, pernah pula ia bermain di Jepang dan Uni Emirat Arab.
Tak ketinggalan, Luke juga pernah berkiprah di Indonesia. Itu terjadi pada 2024 saat ia direkrut Jakarta Pertamina Pertamax untuk kompetisi Proliga.
Luke melakoni laga perdananya pada pertandingan pekan pertama Proliga 2024 melawan Jakarta Garuda Jaya. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan telak 3-0 (25-16, 25-23, 25-15) untuk Jakarta Pertamina Pertamax, di mana penampilan Luke langsung mendapat sorotan positif karena performanya yang solid sebagai outside hitter.
Hanya saja, Luke tampaknya kurang hoki karena tidak membawa timnya juara. Langkah Jakarta Pertamina Pertamax harus terhenti di babak reguler karena gagal menembus babak final four. Di akhir kompetisi, Jakarta Pertamina Pertamax menyudahi musim dengan berada di peringkat ke-5 klasemen akhir kategori putra.
Akrab dengan Indonesia, tapi Tak Akan Dinaturalisasi Menjadi WNI
Lahir di Jakarta, Luke tidak asing dengan bahasa Indonesia. Dalam sebuah wawancara, ia mengaku bisa berbahasa Indonesia walau mengaku sudah banyak kata yang lupa. Maklum saja, ia juga masih punya banyak anggota keluarga di Indonesia.
Diketahui, anggota keluarga Luke banyak yang bermukim di Jakarta, mulai dari Jakarta Selatan hingga Jakarta Timur. Saat bergabung dengan Jakarta Pertamina Pertamax, pernah pula ia memanfaatkan momen untuk mengunjungi keluarganya.
Seperti Luke, anggota keluarganya juga banyak yang diberi nama khas Indonesia meski hidup di luar negeri. Kakak Luke misalnya, bernama Justin Sadewa, sementara adiknya bernama Satria.
Bicara soal atlet keturunan Indonesia di luar negeri, biasanya publik juga tak luput membicarakan kemungkinan naturalisasi agar sang atlet bisa membela Indonesia di pentas internasional. Lantas, bagaimana dengan Luke sendiri?
Soal ini, Luke pernah memberi jawaban. Dalam sebuah video berisi cuplikan aksinya saat berlaga di semifinal AVC Men’s Volleyball Continental 2026 yang diunggah Moji TV di media sosial, ia menulis sebuah komentar.
“Wah, kayaknya udah telat kalau mau naturalisasi teman-teman Indo, aku udah 36 tahun. Tapi makasih ya udah nanya!” tulisnya. Dengan demikian, agaknya Luke tidak akan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan mengenakan seragam tim nasional negeri ini.
Bersama Timnas Australia sendiri, Luke tergolong berprestasi. Ia tercatat pernah mengantar Australia meraih medali perak Kejuaraan Bola Voli Asia pada 2019.


