kknt desa tanjungjaya perkuat pengelolaan perhutanan sosial melalui pendampingan kth tanjungjaya bersinar - News | Good News From Indonesia 2026

KKNT Desa Tanjungjaya Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial melalui Pendampingan KTH Tanjungjaya Bersinar

KKNT Desa Tanjungjaya Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial melalui Pendampingan KTH Tanjungjaya Bersinar
images info

Foto bersama mahasiswa KKNT Desa Tanjungjaya dan KTH Tanjung Bersinar setelah pelaksanaan kegiatan sosialisasi dokumen RKT dan RKPS.


Upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola kawasan perhutanan sosial terus dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Desa Tanjungjaya. Salah satu fokus utama kegiatan tersebut adalah pendampingan dan penguatan kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Tanjung Bersinar.

Program ini diarahkan untuk membantu masyarakat memahami pengelolaan perhutanan sosial sekaligus meningkatkan kemampuan kelompok dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan di kawasan garapan.

Pendampingan yang dilakukan mencakup penyusunan Rencana Kerja Perhutanan Sosial (RKPS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Kedua dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam perencanaan kegiatan pengelolaan kawasan oleh KTH Tanjung Bersinar.

Kegiatan Seminar/Sosialisasi Perhutanan Sosial
info gambar

Mahasiswa KKNT Desa Tanjungjaya bersama anggota KTH Tanjung Bersinar dalamkegiatan sosialisasi dan pendampingan perhutanan sosial.


Melalui kegiatan pendampingan, anggota KTH didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses
perencanaan. Penyusunan dokumen tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga
mempertimbangkan kondisi kawasan, kebutuhan kelompok, serta potensi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat.

Selain penguatan dari sisi kelembagaan, program perhutanan sosial juga memberikan perhatian terhadap kegiatan penanaman dan pemanfaatan kawasan. Salah satu komoditas yang menjadi fokus adalah kopi dan alpukat.

Kegiatan penanaman diawali dengan perencanaan pengadaan bibit. Perencanaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan luas lahan garapan masing-masing anggota. Untuk mendukung proses tersebut, dilakukan pula pembuatan peta areal garapan sebagai dasar dalam memperkirakan kebutuhan bibit pada setiap lahan.

baca juga

Bibit Kopi/Alpukat
info gambar

Bibit tanaman yang disiapkan untuk mendukung kegiatan pemanfaatan kawasanperhutanan sosial oleh KTH Tanjung Bersinar.


Dengan adanya perencanaan tersebut, pembagian bibit diharapkan dapat dilakukan secara lebih
terarah dan sesuai dengan kebutuhan lahan. Masyarakat juga diharapkan memiliki tanggung jawab dalam merawat tanaman yang telah diberikan sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Masyarakat Belajar Membuat Pupuk Organik

Aspek perawatan tanaman juga menjadi bagian dari kegiatan pendampingan. Anggota KTH Tanjung Bersinar mendapatkan sosialisasi mengenai pembuatan pupuk organik padat dan eco-enzyme.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar untuk mendukung perawatan tanaman.

Praktik Pembuatan Pupuk Organik/Eco-Enzyme
info gambar

Masyarakat mengikuti kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk organik padat daneco-enzyme.


Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga didorong untuk dapat menerapkannya dalam kegiatan pengelolaan lahan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu anggota KTH menjadi lebih mandiri dalam melakukan perawatan tanaman di kawasan garapan.

Perkuat Kelembagaan KTH Tanjung Bersinar

Penguatan kelembagaan juga menjadi bagian penting dari program perhutanan sosial KKNT Desa Tanjungjaya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembagian tugas dan tanggung jawab pada masing-masing divisi dalam kelompok.

Pembagian tugas tersebut bertujuan agar setiap anggota memahami peran masing-masing dalam menjalankan kegiatan KTH. Dengan pembagian tanggung jawab yang lebih jelas, koordinasi antaranggota diharapkan dapat berjalan lebih baik.

Rapat/Musyawarah KTH
info gambar

Anggota KTH Tanjung Bersinar mengikuti musyawarah dalam rangka penguatankelembagaan kelompok.


Penguatan kelembagaan menjadi penting karena keberhasilan pengelolaan perhutanan sosial tidak hanya bergantung pada kondisi kawasan, tetapi juga pada kemampuan kelompok dalam mengorganisasi anggota, menyusun rencana, serta melaksanakan kegiatan secara bersama-sama.

Selain itu, dilakukan pula pembagian kawasan menjadi kawasan pemanfaatan dan kawasan lindung. Pembagian tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami fungsi kawasan sekaligus mendorong pengelolaan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

baca juga

Rangkaian Kegiatan Dilakukan secara Bertahap

Program perhutanan sosial KKNT Desa Tanjungjaya dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan. Rangkaian tersebut antara lain Seminar Kehutanan I, sosialisasi dokumen RKT dan RKPS, serta sosialisasi pembuatan pupuk organik padat dan eco-enzyme.

Kegiatan seminar dan sosialisasi menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perhutanan sosial. Sementara itu, pendampingan penyusunan RKT dan RKPS dilakukan agar KTH memiliki dokumen perencanaan yang dapat menjadi pedoman dalam menjalankan kegiatan pengelolaan kawasan.

Pendampingan Penyusunan RKT/RKPS
info gambar

Pendampingan penyusunan dokumen RKT dan RKPS bersama KTH Tanjung Bersinar.


Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan materi, tetapi juga berusaha memahami kondisi masyarakat penerima manfaat. Hal tersebut menjadi penting agar kegiatan yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan.

Evaluasi dan Keberlanjutan Program

Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana kegiatan yang telah dilaksanakan memberikan manfaat bagi masyarakat. Evaluasi juga menjadi bahan untuk mengetahui hal-hal yang masih perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program.

Program perhutanan sosial diharapkan tidak hanya memberikan manfaat kepada anggota KTH, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat lain yang menerima manfaat dari kawasan tersebut.

Karena itu, pemahaman mengenai latar belakang, kondisi, dan dinamika masyarakat menjadi bagian penting sebelum kegiatan dirancang dan dilaksanakan.

Dengan pendekatan tersebut, program diharapkan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki keberlanjutan setelah kegiatan KKNT berakhir.

Foto Bersama KTH/Masyarakat
info gambar

Foto bersama mahasiswa KKNT Desa Tanjungjaya dan KTH Tanjung Bersinar setelahpelaksanaan kegiatan pendampingan.


Melalui pendampingan yang mencakup aspek kelembagaan, perencanaan, penanaman, hingga pengelolaan kawasan, KTH Tanjung Bersinar diharapkan semakin mampu mengelola kawasan perhutanan sosial secara mandiri.

Program tersebut juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi kawasan secara produktif dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, KTH, dan mahasiswa, pengelolaan perhutanan sosial di Desa Tanjungjaya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan bagi masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KT
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.