Ada sebuah cerita rakyat dari Lampung yang menceritakan tentang kisah jambu adik dan tupai. Cerita rakyat ini berkisah tentang seekor tupai yang mencuri jambu seorang adik dari dua bersaudara.
Hal ini membuat sang kakak berjuang agar jambu adiknya bisa kembali lagi. Bagaimana kisah selanjutnya dari cerita rakyat Lampung tersebut?
Kisah Jambu Adik dan Tupai, Cerita Rakyat dari Lampung
Dinukil GNFI dari buku Letti S. dan Maman S. Mahayana yang berjudul Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan, alkisah pada zaman dahulu di sebuah kampung, hiduplah dua orang kakak beradik. Mereka selalu hidup rukun bersama.
Pada suatu hari, kakak beradik ini pergi bermain ke sebuah padang. Saat sedang asik bermain, sang adik menemukan sebuah jambu yang berukuran besar.
Sang adik tentu sangat senang menemukan jambu tersebut. Dia pun langsung mengambil jambu itu dan menyimpannya.
Setelah puas bermain, kakak beradik ini pergi mandi ke sungai. Semua pakaian, termasuk jambu adik diletakkan di tepi sungai.
Saat sedang asyik mandi, tiba-tiba jambu adik diambil oleh seekor tupai. Melihat hal itu, sang adik merasa sedih dan menangis.
Sang kakak langsung pergi menemui tupai. Dia meminta tupai untuk mengembalikan jambu adiknya.
Namun tupai tersebut menolak. Akhirnya sang kakak pergi menemui sepuk agar bisa membinasakan tupai.
Sepuk menolak permintaan dari sang kakak. Dirinya merasa tidak memiliki kewajiban untuk membinasakan tupai.
Selanjutnya sang kakak pergi menemui api. Dia meminta api membakar sepuk yang sudah menolak membantunya.
Sama seperti sepuk, api pun menolak permintaan tersebut. Menerima jawaban tersebut, sang kakak kemudian pergi menemui air.
Dia meminta air untuk memadamkan api yang tidak mau membantunya. Namun, air juga menolak untuk membantunya.
Sang kakak tidak kehabisan akal begitu saja. Dia pun pergi menemui gunung dan memintanya menghalangi aliran air.
Akan tetapi, gunung ternyata juga menolak permintaan tersebut. Akhirnya sang kakak pergi menemui kerbau untuk meminta bantuan.
Sang kakak meminta kerbau untuk menghancurkan gunung yang menolak membantunya. Namun sama seperti sebelumnya, kerbau pun menolak memberikan bantuan.
Semangat sang kakak sudah mulai memudar. Walau begitu, dia tetap ingin membantu adiknya.
Sang kakak akhirnya pergi menemui tali tambang. Dia meminta tali tambang mengikat kerbau yang tidak mau membantunya.
Namun lagi-lagi, tali tambang ternyata juga menolak untuk membantunya. Sang kakak kemudian pergi menemui tikus dan memintanya untuk memakan tali tambang.
Ternyata tikus pun tidak mau membantunya. Dengan sisa-sisa semangat, sang kakak kemudian pergi menemui kucing.
Sama seperti sebelumnya, sang kakak meminta kucing untuk menangkap tikus yang tidak mau membantunya. Untungnya, kucing kali ini mau membantu sang kakak.
Apalagi dia memang mau makan tikus waktu itu. Akhirnya kucing itu pergi ke tempat tikus dan hendak menangkapnya.
Begitu tahu kucing diutus oleh sang kakak, tikus pun meminta ampun dan berniat melakukan permintaan yang dia minta sebelumnya. Tikus pun pergi ke tempat tali tambang dan melakukan apa yang diminta oleh sang kakak.
Tali tambang pun sadar jika tikus menjalankan perintah sang kakak. Dia pun meminta maaf dan melakukan permintaan sang kakak.
Tanpa sadar, kejadian ini terus berlanjut. Saat tali tambang bertemu kerbau, hal serupa kembali terjadi.
Begitu pula saat kerbau pergi untuk menghancurkan gunung. Gunung pun meminta maaf dan melakukan hal serupa.
Kejadian ini terus berlanjut hingga sepuk bersedia untuk membinasakan tupai. Sepuk pun pergi mencari tupai agar bisa menjalankan permintaan sang kakak.
Begitu hendak membinasakan tupai, hewan tersebut langsung meminta maaf. Dirinya kemudian dengan sukarela mengembalikan jambu yang dia ambil sebelumnya pada sang kakak.
Akhirnya sang kakak bisa mengembalikan jambu yang dimiliki adiknya sebelumnya. Mereka pun kembali hidup bahagia dan menikmati jambu tersebut bersama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


