empat musim pertiwi resmi jadi jagoan indonesia di piala oscar 2027 - News | Good News From Indonesia 2026

Empat Musim Pertiwi Resmi Jadi Jagoan Indonesia di Piala Oscar 2027

Empat Musim Pertiwi Resmi Jadi Jagoan Indonesia di Piala Oscar 2027
images info

Sumber: Instagram.com/kamilandini.


Industri perfilman Indonesia kembali mendapat kesempatan membawa karya nasional ke panggung penghargaan dunia. Film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini resmi dipilih sebagai wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film pada Piala Oscar 2027.

Keputusan tersebut menjadi langkah penting bagi film yang mengangkat kisah tentang trauma, masa lalu, keluarga, kekerasan, serta upaya menemukan kembali arti rumah dan kedamaian.

Jadi Pilihan Komite Seleksi Oscar Indonesia

Empat Musim Pertiwi resmi ditetapkan sebagai film yang akan diajukan Indonesia dalam kategori International Feature Film pada Academy Awards ke-99 atau Piala Oscar 2027.

Film arahan Kamila Andini tersebut diproduksi oleh Forka Films dan menjadi pilihan Komite Seleksi Oscar Indonesia atau Indonesian Oscar Selection Committee (IOSC).

Keputusan tersebut diambil melalui rapat pleno yang berlangsung pada Senin, 14 September 2026. Sebelum penetapan, film-film yang masuk dalam proses seleksi menjalani rangkaian penilaian serta penayangan khusus di Bioskop XXI Senayan City, Jakarta.

Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) bertindak sebagai pelaksana resmi Seleksi Oscar Indonesia 2026.

Pengumuman mengenai terpilihnya Empat Musim Pertiwi kemudian disampaikan secara resmi oleh pihak produksi. Dengan keputusan tersebut, film ini akan memasuki proses pengajuan dan seleksi di tingkat Academy of Motion Picture Arts and Sciences.

Film Karya Kamila Andini

Empat Musim Pertiwi merupakan karya terbaru sutradara sekaligus penulis Kamila Andini, filmmaker Indonesia yang telah memiliki rekam jejak di berbagai festival film internasional. Sebelumnya, karya Kamila seperti Yuni dan Before, Now & Then juga mendapatkan perhatian di panggung perfilman dunia.

Film ini menampilkan Putri Marino sebagai Pertiwi. Deretan pemeran lainnya mencakup Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Pitrashata Malasan, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, Nagra Kautsar Pakusadewo, Totos Rasiti, Shofia Shireen, dan Cut Mini. Ifa Isfansyah bertindak sebagai produser.

Cerita berpusat pada Pertiwi, seorang perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah menjalani hukuman penjara selama dua dekade. Namun, kepulangannya tidak disambut dengan hangat. Warga desa, bahkan keluarganya sendiri, menolak kehadirannya.

Situasi tersebut membuat Pertiwi harus berhadapan dengan berbagai persoalan masa lalu. Perjalanannya kemudian berkembang menjadi usaha untuk memahami kembali luka, keluarga, rumah, serta makna kedamaian.

Mengangkat Persoalan Lokal dengan Isu Universal

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dari Empat Musim Pertiwi adalah cara film tersebut menghubungkan persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia dengan tema yang dapat dipahami penonton dari berbagai negara.

Kamila Andini menyebut film tersebut memiliki akar yang kuat pada kultur Indonesia. Namun, persoalan mengenai trauma, ingatan, kekerasan, dan penyembuhan yang diangkat di dalamnya memiliki dimensi universal.

Pandangan tersebut menjadi salah satu konteks penting dalam memahami alasan film ini diposisikan untuk mewakili Indonesia di ajang Academy Awards.

Kisah Pertiwi tidak hanya berfokus pada perjalanan seorang individu setelah kembali dari penjara. Konflik yang dialaminya juga menyentuh persoalan penerimaan sosial, hubungan keluarga, ingatan terhadap masa lalu, serta proses seseorang dalam menghadapi luka yang pernah dialaminya.

Telah Menembus Festival Film Internasional

Sebelum dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia, Empat Musim Pertiwi telah memiliki agenda perjalanan di sejumlah festival film internasional. Film ini dijadwalkan menjalani world premiere melalui program Centrepiece dalam Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 di Kanada.

Setelah Toronto, film tersebut juga dijadwalkan hadir di Busan International Film Festival (BIFF) serta Tokyo International Film Festival. Kehadiran di sejumlah festival internasional ini menjadi bagian dari perjalanan film untuk diperkenalkan kepada penonton dan komunitas perfilman global.

Rekam jejak tersebut juga melanjutkan hubungan Kamila Andini dengan festival internasional. Film Yuni, misalnya, sebelumnya menjalani world premiere di Toronto International Film Festival pada 2021.

Menanti Perjalanan Menuju Oscar 2027

Terpilihnya Empat Musim Pertiwi sebagai wakil Indonesia tidak berarti film tersebut secara otomatis masuk sebagai nominasi Oscar. Film ini terlebih dahulu akan menjalani proses pengajuan dan seleksi di tingkat Academy untuk kategori International Feature Film.

Karena itu, penetapan oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia merupakan tahap awal dari perjalanan yang lebih panjang. Film tersebut akan bersaing dalam proses seleksi internasional bersama perwakilan dari berbagai negara.

Di Indonesia sendiri, Empat Musim Pertiwi dijadwalkan tayang di bioskop pada 8 Oktober 2026. Dengan kombinasi antara perjalanan festival internasional dan penayangan domestik, film ini kini memasuki fase penting dalam perjalanan distribusi dan pengakuan globalnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Daniel Sumarno lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Daniel Sumarno.

DS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.