nostalgia dan mempelajari filosofi lewat berkawan dolanan di sekolah tanah tingal - News | Good News From Indonesia 2026

Nostalgia dan Mempelajari Filosofi lewat "BerKawan Dolanan di Sekolah Tanah Tingal"

Nostalgia dan Mempelajari Filosofi lewat "BerKawan Dolanan di Sekolah Tanah Tingal"
images info

Kawan GNFI Jabodetabek di Sekolah Tanah Tingal, Tangsel | Kawan GNFI


Setelah berhasil mengajak Kawan GNFI Surabaya bernostalgia di Taman Bungul bulan Februari lalu, kini BerKawan Dolanan kembali digelar di Sekolah Tanah Tingal, Tangerang Selatan. Bukan hanya bermain, di program kali ini peserta diajak untuk mengenal lebih dekat tentang filosofi permainan tersebut. Penasaran bagaimana keseruannya? Yuk, kita simak keseruan BerKawan Jabodetabek Sabtu kemarin!

Jika biasanya Berkawan Jabodetabek diadakan di Jakarta, untuk pertama kalinya Kawan GNFI mengadakan program di Tangerang Selatan, sekaligus menjadi kali pertama program BerKawan bertempat di sekolah. Bukan untuk belajar akademik, justru program kali ini mengajak partisipannya untuk bermain.

Dengan tajuk “Dolanan di Sekolah Tanah Tingal”, BerKawan ini meneruskan kolaborasi kedua pihak setelah sebelumnya berkolaborasi di bootcamponline gerakan 100 Komunitas Bermain Tanpa Gadget di tahun 2025.

baca juga

Berkelompok Main Bareng lewat Gobak Sodor dan Boy Boyan

Dimulai pada pagi hari, Kawan GNFI langsung diajak bermain 3 jenis permainan tradisional secara berkelompok, didampingi oleh Ari Wibowo, Ahmad Fachru Rozi, dan Zana Aurora dari Sekolah Tanah Tingal.

Menariknya, pada sesi ini mereka bukan sekedar main dan memperebutkan hadiah. Program ini mereka juga diajak mengenal filosofi dan asal di balik setiap jenis permainannya.

Pada sesi pertamanya, Kawan diajak bermain Gobak Sodor dan dilanjutkan dengan bermain Boy Boyan. Meski di tengah teriknya cuaca kala itu, setiap peserta terlihat sangat excited dan berambisi untuk mengalahkan tim lainnya.

Menariknya, walau sebelumnya setiap peserta terlihat canggung dan belum kenal satu sama lain. Lewat dua permainan ini mereka didorong untuk kerja tim dan berstrategi untuk menang dengan cara yang berbeda satu sama lainnya. Meski hanya sebentar di setiap pertandingannya, di beberapa pertandingan persaingan sengit tampak terlihat.

Yang membuat sesi pertama ini seru, ketika dua kelompok bertanding, kelompok lainnya justru ikut memberi dukungan. Hingga akhirnya siapapun pemenangnya, raut sorak sorai justru dirayakan oleh semua kelompok.

Di sesi terakhir, Kawan GNFI diajak untuk bermain Rangku Alu, sebuah permainan tradisional dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Jika dua permainan sebelumnya Kawan memerlukan energi dan kerja tim, kali ini justru kuncinya adalah fokus dan keselarasan.

baca juga

Permainan Rangku Alu sendiri adalah permainan tradisional dengan alat bantu yang di mana sangat mengandalkan ritme dan kepekaan terhadap tempo. Cara bermainnya adalah ada empat orang yang menggerakkan bambu yang disilangkan sambil bernyanyi. Kemudian, akan ada satu atau dua orang yang menari di atas bambu. Namun, dengan peraturan yang menari tidak boleh sampai menyentuh bambu. Ini ibarat sama seperti di kehidupan, kita perlu selaras dengan orang lain dan lingkungan sekitar.

Meski awalnya banyak yang kesulitan untuk tidak mengenai bambu, tetapi pada akhirnya satu persatu yang menjadi penari justru ketagihan berebut giliran. Meski sempat gagal, justru dari situlah setiap peserta yang menunggu giliran memberi dukungan dan justru tertawa bersama.

Berbicara tentang kegiatan dolanan sendiri, program ini sebenarnya merupakan salah satu program dari Sekolah Tanah Tingal yang biasa dilakukan untuk merangkul anak-anak supaya ikut berperan dalam menjaga warisan budaya dan mengajarkan nilai-nilai penting dalam kehidupan. Adapun 4 pilar yang ditanamkan adalah:

  • Menguatkan Sosial-Emosional
  • Melatih Keterampilan Hidup
  • Menghubungkan dengan Budaya
  • Mendekatkan dengan Alam

Mengenal Lebih Dekat Lingkungan Sekolah Tanah Tingal lewat School Tour

Bukan hanya dolanan, BerKawan kali ini makin seru karena di sesi terakhirnya Kawan diajak untuk berkeliling di kawasan sekolah. Bukan hanya melihat lapangan bermain, tetapi untuk mengenal lebih jauh tentang salah satu program lainnya yaitu berkebun.

Menurut Ari, kebun itu buat mengajarkan anak anak lebih bersyukur. Sebab, di usia TK sampai SD cukup banyak anak-anak yang tidak suka makan sayur. Nah, di sinilah mereka diajarkan untuk menanam sayuran atau buah.

baca juga

Sekolah Tanah Tingal sendiri membuka jenjang kelas dari TK hingga SD, yang sudah berdiri sejak tahun 2007. Dikutip dari laman resminya, sekolah ini menyapa siswanya dengan sebutan “Pejuang Bumi“.

Para Pejuang Bumi belajar dengan pendekatan "sangat" INDONESIA, yakni secara Inkuiri, Diferensiasi, Kontekstual, Holistik, Kontribusi dan Cinta Terhadap Semesta dan Tanah Air dengan tiga pilar utamanya, yaitu Berdaya, Sehat dan Bahagia, serta berupaya menjaga kelestarian lingkungan alam.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.