gagal snbp bocah 14 tahun ini bisa tembus fakultas teknik pertambangan dan perminyakan itb lewat utbk - News | Good News From Indonesia 2026

Gagal SNBP, Bocah 14 Tahun Ini Bisa Tembus Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB Lewat UTBK

Gagal SNBP, Bocah 14 Tahun Ini Bisa Tembus Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB Lewat UTBK
images info

Kevin Vincent Noel Sitanggang, mahasiswa baru FTTM ITB yang diterima kuliah di usia 14 tahun. (Dok. ITB)


“Saya adalah anak kecil yang punya banyak mimpi. Salah satunya adalah bermimpi bisa menjadi mahasiswa ITB,” kata Kevin, sebagaimana dikutip dari laman resmi ITB.

Mimpi Kevin Vincent Noel Sitanggang kini menjadi kenyataan. Ia resmi menjadi bagian dari kampus impiannya. Di usianya yang baru 14 tahun, Kevin sukses tembus Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM).

Tentu banyak orang yang terpukau dengan pencapaian itu. Akan tetapi, Kevin malah merasa bahwa dirinya sama seperti yang lain. Ia tidak selalu berjalan dengan mudah. Sebab, ia pun berkali-kali merasakan kegagalan.

“Mungkin banyak orang yang mengira bahwa saya adalah anak yang sudah pintar sejak lahir dan bisa melalui tantangan akademik apa pun dengan mudah. Faktanya, saya lebih banyak gagal daripada berhasil,” katanya.

baca juga

Menyelesaikan SD dalam Empat Tahun dan Selalu Peringkat Satu Saat SMA

Kawan, saat anak-anak masih bermain di taman kanak-kanak, Kevin sudah duduk di bangku sekolah. Ya, ia sudah mulai masuk SD ketika berusia lima tahun.

Pada 2016, saat masih kelas satu, sang ayah mendaftarkannya dalam program akselerasi. Keputusan itu sempat membuat Kevin khawatir karena ia membayangkan tekanan belajar yang lebih tinggi.

Program tersebutlah yang akhirnya membuat masa SD Kevin berlangsung lebih singkat.

Ia menyelesaikan pendidikan dasar dalam empat tahun. Setelah itu, Kevin melanjutkan ke SMP ketika baru berusia sembilan tahun.

Dari situ, usia Kevin selalu menjadi yang lebih muda ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Kondisi itu membuat Kevin tetap harus mengejar pelajaran dan beradaptasi dengan tuntutan akademik.

Selama di SMAN 13 Bandung, Kevin memang mampu mempertahankan peringkat pertama selama lima semester berturut-turut. Ia juga mendapat penghargaan sebagai siswa peringkat ketiga terbaik di bidang sains dalam acara pelepasan siswa.

Bahkan, saat SMP, Kevin mengikuti Kompetisi Sains Nasional (KSN) Matematika dan English Speech Contest tingkat kota. Ketika SMA, ia kembali mengikuti OSN Matematika dan kompetisi matematika di Universitas Pasundan.

Ia juga meraih juara ketiga English Speech Contest tingkat SMA se-Kota Bandung.

Akan tetapi, prestasi tersebut nyatanya tidak membuat perjalanan Kevin menuju gerbang ITB berlangsung mulus. Kevin tetap mengalami kegagalan.

baca juga

Gagal SNBP Sebelum Lolos UTBK-SNBT

Kevin sempat mencoba masuk ITB melalui jalur SNBP. Sebab kala itu, ia dinyatakan eligible dengan peringkat kelima untuk mendaftar. Saat itu, ia memilih FMIPA-M ITB dan FTI-RI ITB.

Sayang, ternyata Kevin tidak lolos melalui jalur tersebut.

Untuk mengejar mimpinya, Kevin pun mencoba lagi lewat jalur berikut lain. Kali ini, sang ayah yang merupakan alumni Teknik Pertambangan ITB mengarahkan Kevin untuk memilih FTTM sebagai pilihan pertama pada UTBK-SNBT.

Sejak kecil, Kevin memang sudah dikenalkan dengan dunia pertambangan oleh ayahnya. Sang ayah memperkenalkan alat berat dan menjelaskan bagaimana sumber daya alam dapat diambil dari ratusan meter di bawah permukaan tanah.

Dari situlah ketertarikan Kevin terhadap pertambangan dan perminyakan tumbuh.

Untuk menghadapi UTBK, Kevin mengaku hanya mempersiapkan diri sekitar dua bulan. Ia bahkan merasa hasil ujiannya tidak maksimal.

“Saya mempersiapkan UTBK sekitar dua bulan dan sebetulnya hasilnya kurang maksimal. Saya pun mengira saya tidak akan lolos. Namun, Tuhan memiliki rencana yang lain,” tuturnya.

Syukurnya, ia dinyatakan lolos UTBK-SNBT dan resmi menjadi mahasiswa FTTM ITB pada usia 14 tahun.

baca juga

Usia 14 Tahun Bukan Berarti Tanpa Rasa Takut

Status sebagai mahasiswa termuda bukan berarti Kevin selalu percaya diri atau malah bangga.

Perbedaan usia dengan teman-teman seangkatannya menjadi tantangan tersendiri. Ia terkadang mengalami kelelahan ketika harus mengikuti ritme belajar yang lebih cepat.

Kevin juga sempat menghadapi impostor syndrome. Ia sempat meragukan kemampuan dirinya sendiri meskipun memiliki pencapaian yang cukup untuk berada di posisinya.

Pada Kevin, perasaan itu berkaitan dengan kekhawatiran akan dipandang berbeda karena usianya.

baca juga

Bagaimana Cara Kevin Belajar?

Cara belajar Kevin cukup sistematis. Ketika mempersiapkan UTBK, ia lebih banyak mengerjakan try out dan latihan soal. Cara tersebut dipilih agar ia semakin familiar dengan pola soal yang akan dihadapi. Karena merasa sudah memiliki dasar sains yang cukup, Kevin tidak terlalu banyak mengulang konsep dari awal.

Untuk belajar sehari-hari, ia menggunakan Feynman Technique dan Active Recall.

Feynman Technique adalah metode belajar dengan menjelaskan kembali sebuah materi menggunakan bahasa sendiri. Cara ini membantu seseorang mengetahui bagian yang sebenarnya belum dipahami.

Sementara Active Recall dilakukan dengan mencoba mengingat kembali materi tanpa terus melihat buku atau catatan. Misalnya, setelah membaca sebuah materi, seseorang menutup buku lalu mencoba menjelaskan isinya dari ingatan.

Kevin juga menggunakan teknik Pomodoro. Ia belajar selama 50 menit, kemudian beristirahat 10 menit. Pola tersebut dilakukan sebanyak dua kali. Menurutnya, konsistensi jauh lebih penting daripada sekadar mengandalkan motivasi.

“Jadwal belajar harian sangat krusial dalam membangun disiplin karena jika hanya bergantung pada motivasi dan semangat, kita akan cepat kelelahan atau burnout. Motivasi kita bisa redup kapan saja,” ujarnya.

Karena itu, Kevin juga tetap menyediakan waktu untuk beristirahat.

Hidupnya pun tidak hanya tentang akademik. Ia masih menjalankan hobinya bermain piano, hobi yang dikenalkan ayahnya sejak SD. Selain itu, beribadah menjadi salah satu cara menjaga keseimbangan antara belajar dan pemulihan diri.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.