Sebagai wujud nyata kepedulian sosial yang inklusif terhadap sesama, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Yogyakarta menggelar aksi penggalangan dana infaq kemanusiaan untuk membantu warga terdampak bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan sosial ini berlangsung pada hari Jumat, 1 September 2026 di lapangan sekolah SLB N 1 Yogyakarta.
Suasana lapangan sekolah nampak hangat dan penuh kebersamaan saat seluruh elemen sekolah berkumpul, melibatkan murid dari jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB, jajaran pendidik, staf sekolah, serta mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Aksi nyata ini dirancang secara terintegrasi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya Poin 1 (Tanpa Kemiskinan), Poin 2 (Tanpa Kelaparan), dan Poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui jaring perlindungan sosial berbasis gotong royong.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), menjaga ketahanan pangan darurat mereka, sekaligus menanamkan karakter kepedulian sosial bagi seluruh warga sekolah.
Proses pelaksanaan infaq dengan himbauan penggalangan sukarela yang disambut antusias oleh para murid berkebutuhan khusus, pendidik, dan tim mahasiswa PK. Dengan wajah berseri-seri, para murid berbaris rapi di lapangan sekolah untuk menyisihkan sebagian uang saku mereka ke dalam kotak donasi yang disiapkan panitia.
Para pendidik dan mahasiswa PK turut membimbing proses pengumpulan uang donasi agar berjalan lancar dan tertib. Salah satu perwakilan murid SLB N 1 Yogyakarta menyampaikan pesannya dengan tulus. "Donasi dari kami ini untuk teman-teman di NTT, semoga bermanfaat," ungkap syakira dengan bangga dan haru. Melalui sinergi bersama ini, donasi yang terhimpun dialokasikan langsung untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana gempa bumi di NTT dalam bentuk bantuan pangan darurat serta kebutuhan mendesak lainnya.
Dampak positif dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat di NTT, tetapi juga memberikan ruang edukasi karakter yang sangat mendalam bagi para siswa SLB N 1 Yogyakarta. Aksi penggalangan infaq kemanusiaan ini membuahkan hasil yang sangat positif.
Bantuan yang disalurkan secara langsung berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi darurat (SDG 2) serta perlindungan dari kerentanan ekonomi masyarakat terdampak bencana (SDG 1).
Di sisi lain, kolaborasi erat antara murid disabilitas, pihak sekolah, dan mahasiswa PK UNY menjadi bukti konkret implementasi SDG 17 dalam membangun kesadaran inklusif untuk aksi-aksi kemanusiaan. Aksi ini sekaligus mematahkan pandangan umum bahwa anak berkebutuhan khusus hanya menjadi penerima bantuan, melainkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Inisiatif ini menegaskan nilai bahwa kepedulian sosial adalah hak dan kesempatan bagi setiap orang tanpa terkecuali. Pihak sekolah menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas antusiasme para murid yang menunjukkan secara nyata bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk saling berbagi.
Pihak sekolah dan mahasiswa PK UNY berharap semangat gotong royong serta gerakan kebaikan ini dapat terus berlanjut sebagai agenda kepedulian sosial yang konsisten di lingkungan sekolah. Selain itu, aksi sosial inklusif ini diharapkan mampu menginspirasi ekosistem pendidikan lainnya untuk turut mengambil peran aktif dalam kegiatan kepedulian masyarakat.
Melalui langkah konsisten ini, kontribusi aktif civitas akademika dalam mendukung pencapaian target SDGs dapat terus terwujud secara berkelanjutan demi menciptakan masyarakat yang tangguh, sejahtera, dan saling peduli.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


