terapkan teknologi tepat guna tim dosen akprind university bantu peternak bekerja lebih ringan - News | Good News From Indonesia 2026

Terapkan Teknologi Tepat Guna, Tim Dosen AKPRIND University Bantu Peternak Bekerja Lebih Ringan

Terapkan Teknologi Tepat Guna, Tim Dosen AKPRIND University Bantu Peternak Bekerja Lebih Ringan
images info

Mesin perajang rumput, pengolahan limbah ternak, dan tandon air untuk kebersihan kandang menjadi bagian dari inovasi yang dikenalkan dosen AKPRIND Uni


Menyiapkan pakan, menjaga kebersihan kandang, dan mengelola limbah merupakan bagian dari rutinitas yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas peternak sapi. Pekerjaan tersebut membutuhkan waktu, tenaga, serta pengelolaan yang baik agar kegiatan peternakan dapat berjalan secara efektif.

Melihat kebutuhan tersebut, tim dosen AKPRIND University menerapkan sejumlah teknologi tepat guna pada Kelompok Ternak Rejo Mulya di Padukuhan Pandes, Wonokromo, Pleret, Kabupaten Bantul. Teknologi yang diterapkan meliputi mesin perajang rumput untuk membantu menyiapkan pakan, sistem pengairan untuk mendukung penyiraman dan pembersihan kandang, serta teknologi biogas untuk mengolah kotoran ternak menjadi sumber energi alternatif.

Ketiga teknologi tersebut dirancang untuk menjawab persoalan yang dekat dengan aktivitas peternak sehari-hari. Mesin perajang rumput membantu menghemat waktu dan tenaga dalam menyiapkan pakan. Sistem pengairan memudahkan penyediaan dan penyaluran air untuk kebutuhan kandang, sedangkan biogas memberikan alternatif pemanfaatan kotoran sapi agar tidak hanya menjadi limbah.

Penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

baca juga

Rumput Tak Lagi Harus Dicacah dengan Tenaga

Bagi peternak sapi, rumput merupakan salah satu kebutuhan utama yang harus disiapkan setiap hari. Sebelum diberikan kepada ternak, rumput perlu dipotong atau dicacah agar lebih mudah dikonsumsi. Jika dilakukan secara manual, proses tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar. Kehadiran mesin perajang rumput menjadi salah satu solusi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini.

Proses pencacahan dilakukan dengan memasukan rumput ke dalam mesin dan kemudian dicacah menjadi potongan yang lebih kecil dan seragam. Proses pencacahan yang lebih cepat, memberikan nilai positif bagi peternak, peternak dapat menghemat tenaga sekaligus memiliki lebih banyak waktu untuk mengurus ternak dan pekerjaan lainnya. Bagi peternak, mesin tersebut bukan sekadar alat baru. Kehadirannya diharapkan dapat membuat salah satu pekerjaan rutin menjadi lebih ringan dan efisien.

Hasil pemotongan rumput
info gambar

Hasil Pemotongan Rumput


Sistem Pengairan, Kandang Lebih Mudah Dirawat

Selain pakan, kebersihan kandang juga menjadi perhatian dalam kegiatan pemberdayaan ini. Kandang sapi perlu dibersihkan secara rutin agar lingkungan ternak tetap terawat.,Untuk mendukung kebutuhan tersebut, diterapkan sistem pengairan yang dilengkapi dengan tandon air sebagai sarana penyediaan dan penyaluran air untuk kegiatan penyiraman serta pembersihan kandang.

Dengan adanya sistem pengairan, air dapat ditampung dan disalurkan dengan lebih praktis ke area yang membutuhkan. Peternak pun tidak perlu berulang kali mengambil air secara manual ketika melakukan kegiatan pembersihan kandang.

Teknologinya sederhana, tetapi manfaatnya langsung berkaitan dengan aktivitas sehari-hari: air tersedia, penyaluran lebih mudah, dan pekerjaan membersihkan kandang menjadi lebih praktis.

Kotoran Ternak Tidak Lagi Sekadar Limbah

Di sisi lain, aktivitas peternakan juga menghasilkan kotoran sapi yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menjadi persoalan lingkungan.

Melalui penerapan teknologi biogas, kotoran ternak diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Dengan cara ini, limbah peternakan tidak hanya dibuang, tetapi dapat diolah sehingga memiliki nilai guna. Konsepnya membentuk sebuah siklus sederhana: sapi menghasilkan kotoran, kotoran diolah menjadi biogas, energi dimanfaatkan, dan limbah berkurang.

Pemanfaatan biogas juga menjadi contoh bahwa persoalan limbah dapat diubah menjadi peluang apabila dikelola dengan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bukan Sekadar Menyerahkan Teknologi

Penerapan teknologi tepat guna tidak berhenti pada pemberian mesin dan peralatan. Teknologi harus dapat digunakan dan dirawat oleh masyarakat agar manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Proses penerapan, tim dosen AKPRIND University juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota kelompok ternak. Pendampingan dilakukan agar masyarakat memahami cara pengoperasian, pemeliharaan, serta pemanfaatan teknologi yang diterapkan. Pendekatan tersebut menjadi penting karena keberhasilan sebuah teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam menggunakannya.

Teknologi pada akhirnya bukan hanya tentang alat, tetapi juga tentang pengetahuan dan keterampilan manusia yang menggunakannya.

Ketika Teknologi Hadir di Tengah Peternak

Kegiatan ini menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat hadir secara langsung untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Hasil inovasi dan pengetahuan yang berkembang di kampus tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium, tetapi dapat diterapkan untuk mendukung aktivitas masyarakat. Dalam hal ini, teknologi diarahkan untuk membuat pekerjaan peternak menjadi lebih ringan, efisien, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya belum optimal.

baca juga

Mesin perajang rumput, sistem pengairan, dan teknologi biogas menunjukkan bahwa teknologi tepat guna tidak harus selalu rumit. Teknologi yang digunakan adalah teknologi yang tepat sesuai kebutuhan, mudah digunakan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi peternak, manfaat tersebut dapat berupa pekerjaan yang lebih ringan, waktu yang lebih efisien, kandang yang lebih mudah dirawat, serta limbah ternak yang dapat dimanfaatkan kembali.

Melalui Program PkM Tahun 2026, AKPRIND University terus mendorong hilirisasi hasil riset dan inovasi agar tidak berhenti di lingkungan perguruan tinggi, tetapi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dari kampus AKPRIND University , teknologi diterapkan di lapangan. Dari teknologi, pekerjaan menjadi lebih ringan. dan dari pemanfaatan teknologi yang tepat, kemandirian peternak dapat terus dikembangkan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.