Arbelly Noor kala itu hanya mencari jenis olahraga baru. Sebab, lapangan basket ditutup saat pandemi.
Ia lantas mengikuti tren dan mencoba bersepeda. Sebab, sebagaimana dilansir dari GNFI Insight, fenomena gowes memang sedang menjamur saat Covid-19
Siapa sangka, empat tahun kemudian, tepatnya pada 2025, alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) itu malah nekat bersepeda sejauh 4.000 kilometer melintasi Eropa hingga Norwegia. Usianya sudah 61 tahun ketika itu.
Arbelly mengikuti #NorthCape4000, tantangan ultra cycling yang mengharuskannya menempuh perjalanan dari Italia menuju North Cape di Norwegia. Bukan sekadar jauh, tantangan ini juga menuntut peserta mengurus perjalanannya secara mandiri.
Arbelly memang mulai sering bersepeda beberapa tahun belakangan. Tapi, bukan berarti itu pertama kalinya ia beraktivitas fisik.
Sebenarnya, sejak masih SMA pun ia rajin berolahraga. Ia pernah menekuni sepak bola, voli, dan basket. Sepeda baru masuk dalam rutinitasnya saat pandemi Covid-19 pada 2021. Ketika lapangan basket di Jakarta ditutup, ia mencari aktivitas lain.
Ia sempat mencoba lari. Sayang, lari dirasa kurang cocok dengan dirinya sehingga kegiatan itu tidak bertahan lama.
“Awalnya lari, tapi bosan, lalu beralih ke sepeda. Dari situ saya mulai ikut berbagai trek pendek, hingga akhirnya menemukan tantangan di dunia ultra cycling,” kata Arbelly dalam keterangan Unair.
Makanya, saat akan mengikuti ajang di Eropa, ia hanya perlu sedikit menyesuaikan ritme, sebab fisiknya sudah punya bekal.
Arbelly Menempuh Jarak Ratusan Kilometer
Dari sekadar bersepeda santai, Arbelly lantas merasa tertentang. Jarak yang ditempuhnya ternyata terus bertambah dan kemudian ia mengikuti sejumlah perjalanan jarak jauh di Indonesia.
Ia pernah mengikuti Tur Surabaya-Mandalika dengan jarak sekitar 500–600 kilometer. Tak hanya itu, dia juga mencoba jalur Bentang Jawa yang mencapai sekitar 1.500 kilometer.
Pengalaman tersebut menjadi modal sebelum ia akhirnya mencoba perjalanan ribuan kilometer di Eropa.
Tujuh Bulan Latihan Untuk 4.000 Kilometer
Di Eropa, Arbelly mengikuti #NorthCape4000. NorthCape4000 bukan event sembarangan. Ini adalah balapan sepeda ultra-jarak-jauh yang sudah digelar sejak 2017, setiap tahun di musim panas, dari Rovereto, Italia, menuju North Cape di Norwegia.
Meskipun selalu disebut "4000", pada kenyataannya, jarak yang ditempuh bisa berbeda tiap tahun tergantung rute yang dipilih panitia. Bisa saja mulai dari sekitar 3.800 km sampai 4.500 km. Batas waktu penyelesaiannya sekitar 22 hari, digelar sekali setahun di musim panas sejak 2017.
Sebagai informasi, event ini digagas oleh Andrea Tozzi. Awalnya dia hanya melakukan perjalanan sepeda biasa menuju North Cape bersama rekannya. Siapa sangka perjalanan itu mengubah hidupnya secara mendalam, dan dari pengalaman pribadi itulah lahir event yang kini diikuti pesepeda dari lebih 50 negara setiap tahunnya.
Persiapan Arbelly Mengikuti Event Sepeda Kelas Dunia
Bagi Arbelly, menempuh jarak 4.000 kilometer tentu tidak cukup hanya dengan punya sepeda dan kemauan.
Maka, Arbelly pun menyiapkan diri selama tujuh bulan. Dalam satu minggu, ia berlatih menempuh jarak sekitar 500–800 kilometer. Latihan tersebut juga dibarengi pengaturan nutrisi dan waktu istirahat.
“Persiapannya butuh tujuh bulan. Latihan rutin 500-800 km per minggu, ditambah nutrisi dan istirahat cukup,” ujarnya.
Apalagi, ajang tersebut menggunakan format unsupported. Artinya, peserta tidak mendapat tim pendukung yang mengikuti perjalanan untuk mengurus kebutuhan mereka. Peserta bertanggung jawab sendiri terhadap kebutuhan teknis, logistik, kesehatan, hingga tempat beristirahat.
Bukan Cuma Soal Kuat Mengayuh, tapi juga Adaptasi Musim
Sebagai orang yang terbiasa dengan iklim tropis, suhu musim panas Eropa tetap menjadi tantangan. Arbelly menghadapi suhu sekitar 12–20 derajat Celsius dengan angin yang bisa mencapai 45 kilometer per jam.
“Meski musim panas, anginnya bisa 45 km/jam dengan suhu 12–20 derajat. Bagi orang tropis seperti saya, ini cukup menguras tenaga,” jelasnya.
Rute yang dilalui tidak selalu berupa kawasan ramai. Sebagian perjalanan berlangsung di kawasan hutan yang jauh dari toko atau minimarket. Karena itu, Arbelly harus memperhitungkan persediaan makanan.
Ketika sampai di kota kecil, ia membeli makanan dalam jumlah yang cukup untuk perjalanan berikutnya.
Persoalan lain adalah tidur. Dalam perjalanan tersebut, waktu istirahatnya hanya sekitar empat sampai lima jam setiap hari. Setelah itu, ia kembali mengayuh sepeda untuk mengejar jarak yang harus ditempuh.
Di luar itu, Arbelly juga merasakan pengalaman mengesankan. Ia bertemu masyarakat di berbagai daerah yang dilaluinya. Menurut Arbelly, masyarakat setempat cukup menghormati pesepeda.
“Disiplin, menghormati pesepeda, ramah, dan penuh kepercayaan,” katanya.
Di desa yang dilewatinya, beberapa warga malah menawarkan hasil kebun atau minuman kepada pesepeda yang melintas.
Mendekati Lingkar Arktik, Tantangan Makin Berat
Kawan, tujuan akhir perjalanan ini adalah North Cape atau Nordkapp di Norwegia.
North Cape berada di kawasan utara Norwegia dan menjadi titik akhir perjalanan #NorthCape4000. Rute resmi ajang tersebut membentang sekitar 4.000 kilometer dan melewati delapan negara.
Dalam rute tersebut terdapat sejumlah titik pemeriksaan atau gate. Organisasi NorthCape4000 menetapkan empat gate pada rute resminya, termasuk di Munich, Berlin, Gränna di Swedia, dan Rovaniemi di Finlandia.
Rovaniemi menjadi salah satu bagian penting karena kota tersebut berada di kawasan Lingkar Arktik.
Setelah melewati Finlandia, peserta masih harus menghadapi sekitar 700 kilometer terakhir menuju North Cape. Bagian ini menjadi salah satu bagian paling berat dari perjalanan menuju titik paling utara tersebut.
Bagi Arbelly, tantangan semakin terasa ketika mendekati kawasan Arktik.
“Semakin dekat ke lingkar Arktik, tantangan medan dan cuaca makin berat. Tapi saya yakin, selama fisik terjaga dan mental kuat, semuanya bisa diselesaikan,” ujarnya.
Ia menargetkan finis pada 20 Agustus 2025 dengan rata-rata perjalanan sekitar 160 kilometer per hari. Pada akhirnya, Arbelly dilaporkan berhasil menyelesaikan perjalanan tersebut pada 20 Agustus.
“Latihan tidak akan mengkhianati hasil. Jaga kesehatan sejak dini, karena tanpa tubuh yang sehat, sehebat apa pun kemampuan atau setinggi apapun cita-cita akan sulit tercapai,” tegas Arbelly.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


