nasi kukus ala haji rosnah menu andalan warong nasi pariaman rumah makan legendaris di singapura - News | Good News From Indonesia 2026

Nasi Kukus Ala Haji Rosnah, Menu Andalan Warong Nasi Pariaman, Rumah Makan Legendaris di Singapura

Nasi Kukus Ala Haji Rosnah, Menu Andalan Warong Nasi Pariaman, Rumah Makan Legendaris di Singapura
images info

Nasi Kukus Ala Haji Rosnah, Menu Andalan Warong Nasi Pariaman, Rumah Makan Legendaris di Singapura | Berita Harian 23 Agustus 1992


Kenikmatan nasi padang tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga di mancanegara. Keberadaan Warong Nasi Pariaman di Singapura menjadi salah satu bukti dari eksistensi kuliner khas Ranah Minang tersebut.

Tidak hanya sekedar restoran biasa, Warong Nasi Pariaman bahkan menjadi salah satu rumah makan legendaris yang ada di Singapura. Walaupun sudah berhenti beroperasi sejak Januari 2026 lalu, memori akan rumah makan ini tetap memiliki cerita tersendiri, tidak hanya di kalangan diaspora Indonesia, tetapi juga masyarakat setempat.

Selain menyediakan berbagai macam lauk khas Ranah Minang, salah satu keunikan dari Warong Nasi Pariaman terletak pada nasi yang digunakan dalam setiap menunya. Bahkan surat kabar Berita Harian pernah merilis artikel terkait kepopuleran nasi hasil racikan dari pemilik rumah makan legendaris tersebut dulunya.

Bagaimana keunikan dari nasi yang menjadi salah satu andalan dari Warong Nasi Pariaman di Singapura dulunya? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

baca juga

Nasi Kukus, Salah Satu Menu Andalan di Warong Nasi Pariaman

Dikutip dari artikel "Nasi Kukus, Ramuan Asli - Rahsia Enak Masakan Pariaman" yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 23 Agustus 1992, nasi kukus menjadi salah satu ciri khas dari Warong Nasi Pariaman sejak dulu. Perbedaan nasi yang disajikan di rumah makan legendaris ini dengan yang lainnya terletak pada proses memasaknya.

Seperti namanya, nasi kukus khas Warong Nasi Pariaman dimasak dengan cara dikukus. Lain halnya dengan nasi biasa lainnya yang dimasak langsung di dalam periuk.

Hajah Rosnah Zainal Abidin menjadi sosok yang memegang peranan penting dalam proses memasak nasi kukus tersebut dulunya. Istri dari pelopor Warong Nasi Pariaman, yaitu Haji Isrin tersebut memegang langsung rahasia di balik proses pembuatan nasi kukus di warung yang berlokasi di 738 North Bridge Road itu.

Dalam artikel tersebut dijelaskan jika cara memasak nasi yang dikukus ini sebenarnya umum ditemui di Sumatra Barat, khususnya di daerah Pariaman. Banyak wanita di daerah itu yang menggunakan alat pengukus untuk memasak nasi, alih-laih dimasak langsung di dalam periuk.

Salah satu rahasia di balik kenikmatan nasi kukus tersebut terletak pada air rebusannya. Dalam proses memasak, air rebusan yang digunakan untuk dikukus akan ditambahkan daun pandan.

Penggunaan air rebusan daun pandan ini akan memberikan wangi harum dari nasi kukus saat matang nantinya. Hal ini makin menggugah selera saat nasi kukus tersebut dinikmati bersama lauk pauk khas Ranah Minang lain yang disajikan di Warong Nasi Pariaman tersebut.

baca juga

Riwayat Warong Nasi Pariaman

Seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya, Warong Nasi Pariaman menjadi salah satu rumah makan padang legendaris yang ada di Singapura. Dikutip dari laman Detik, rumah makan ini diketahui pertama kali beroperasi pada 1948 silam.

Haji Isrin menjadi sosok di balik beroperasinya rumah makan padang tersebut. Nama yang digunakan juga sesuai dengan asal dari Haji Isrin, yakni di Pariaman, Sumatra Barat.

Rumah makan ini beroperasi dalam jangka waktu lama. Pada 1992 silam, operasional dari rumah makan tersebut berpindah pada sang istri, Hajah Rosnah Zainal Abidin.

Setelah itu, rumah makan Warong Nasi Pariaman ini diteruskan oleh generasi berikutnya, yakni Sudirman, Jumrin, dan Abdul bersama istri-istri mereka pada 1998. Rumah makan legendaris ini terus beroperasi, hingga akhirnya tutup secara permanen pada Januari 2026 lalu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.