baralek gadang di singapura pada 1979 persembahan kebudayaan indonesia dalam pertunjukan opera - News | Good News From Indonesia 2026

"Baralek Gadang" di Singapura pada 1979, Persembahan Kebudayaan Indonesia dalam Pertunjukan Opera

"Baralek Gadang" di Singapura pada 1979, Persembahan Kebudayaan Indonesia dalam Pertunjukan Opera
images info

"Baralek Gadang" di Singapura pada 1979, Persembahan Kebudayaan Indonesia dalam Pertunjukan Opera | Berita Harian 12 Maret 1979


Pertunjukan opera yang mengangkat kebudayaan Indonesia mungkin tidak asing lagi bagi Kawan di beberapa daerah. Namun apa jadinya jika pertunjukan opera yang mengangkat tema kebudayaan ini tidak digelar di dalam negeri, tetapi di negara tetangga?

Momen ini ternyata pernah terjadi pada 1979 silam. Pada waktu itu, ada sebuah pertunjukan opera yang secara khusus mengangkat cerita tentang kebudayaan khas Minangkabau.

Uniknya lagi, pertunjukan tersebut tidak digelar oleh diaspora Indonesia yang ada di Singapura waktu itu. Ada rombongan kebudayaan yang secara khusus berangkat dari Indonesia untuk menampilkan pertunjukan tersebut di sana.

Tidak hanya itu, salah satu penyanyi tersohor dalam negeri pada waktu itu, yakni Elly Kasim turut terlibat dalam pertunjukan kebudayaan tersebut. Lantas bagaimana momen saat pertunjukan opera yang mengangkat tema kebudayaan Indonesia di Singapura pada 1979 silam?

baca juga

Rombongan Kebudayaan dari Indonesia

Dilihat GNFI dari artikel, "Elly Kassim Sertai Misi Budaya Indon ke S'pura" yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 2 Maret 1979, pertunjukkan kebudayaan bertajuk "Baralek Gadang" pernah terselenggara di Singapura pada 1979 silam. Pertunjukkan yang menampilkan tata cara pernikahan dalam kebudayaan Minangkabau dalam balutan pentas panggung tersebut digelar di Dewan Persidangan Singapura pada 10 Maret 1979.

Pertunjukkan ini sendiri merupakan persembahan Yayasan Bunda yang datang langsung dari Sumatra Barat pada waktu itu. Helatan ini juga terselenggara berkat kerja sama dengan pihak Kedutaan Besar Indonesia di Singapura saat itu.

Helatan ini sendiri bertujuan untuk menghibur masyarakat Indonesia yang ada di Singapura. Apalagi pertunjukkan opera tersebut digelar secara cuma-cuma tanpa biaya tiket masuk.

Selain itu, pertunjukkan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan lagi budaya khas Indonesia, dalam hal ini kebudayaan Minangkabau, pada masyarakat Singapura pada waktu itu. Pertunjukkan ini juga menjadi rangkaian dari kunjungan rombongan Yayasan Bunda yang sebelumnya sudah terlebih dahulu pentas di Malaysia.

Pertunjukan Opera "Baralek Gadang"

Seperti namanya, pertunjukkan yang bertajuk "Baralek Gadang" ini menampilkan rangkaian pernikahan dalam kebudayaan Minangkabau dalam bentuk sajian pentas seni. Dinukil dari artikel, "Baralek Gadang... Buktikan Pusaka Minang yg Tak Ternilai" yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 1 April 1979, pertunjukkan yang digelar selama lebih kurang satu setengah jam tersebut menampilkan rangkaian yang dijalani pasangan pengantin saat menjalani prosesi pernikahan dalam adat Minangkabau.

Tidak hanya fokus pada adegan saja, para penonton juga dihibur dengan penampilan para penari yang membawakan tarian khas Minangkabau, seperti Tari Persembahan, Tari Piring, dan lainnya. Penampilan ini makin lengkap dengan busana warna-warni yang dipakai oleh para penampil di sepanjang helatan tersebut.

baca juga

Elly Kasim Ikut Terlibat

Selain menampilkan tarian khas Minangkabau, beberapa lagu-lagu daerah khas Sumatra Barat juga dibawakan sepanjang pementasan. Tidak sekadar pembawaan lagu bisa saja, sebab salah satu penyanyi legendaris Indonesia, Elly kasim ikut terlibat langsung mengiringi pertunjukan tersebut.

Bersama penyanyi pop Minang dan Indonesia yang juga populer di era tersebut, yakni Wirdaningsih, Elly Kasim membawakan beberapa lagu daerah selama pertunjukan "Baralek Gadang." Alunan lagu dari dua musisi ternama tersebut makin memeriahkan pertunjukkan yang digelar di Singapura saat itu.

Para penonton yang hadir juga merasa puas dengan pertunjukan "Baralek Gadang." Dalam artikel tersebut dijelaskan jika para penonton tertarik dengan nilai seni yang ditampilkan oleh para penampil dalam pertunjukkan tersebut.

Rangkaian prosesi pernikahan yang dibalut dalam bentuk opera dan tarian menjadi hal yang menarik banyak perhatian para penonton yang hadir waktu itu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.