Kelompok KKNT IPB University Desa Kondangjajar melaksanakan rangkaian budidaya maggot sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan limbah organik sekaligus mengenalkan alternatif pakan berprotein tinggi kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap pada 20 Juli—5 Agustus 2026 di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.
Budidaya maggot menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan pemanfaatan potensi perikanan. Melalui acara ini, mahasiswa KKNT IPB memperkenalkan pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illucens sebagai organisme yang dapat mengonsumsi limbah organik dan berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif pakan.
Rangkaian aktivitas diawali dengan pengenalan mengenai maggot, karakteristiknya, serta manfaatnya dalam pengelolaan limbah organik dan penyediaan pakan. Masyarakat diperkenalkan dengan jenis-jenis limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai media pakan maggot, seperti sisa sayuran, buah-buahan, ampas tahu, ampas kelapa, ampas kopi, dan limbah dapur.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT IPB juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan limbah sebelum digunakan sebagai media pakan. Limbah organik perlu dipisahkan dari bahan anorganik seperti plastik, logam, dan kaca.
Pengelolaan media pakan menjadi salah satu aspek penting dalam budidaya karena kondisi yang terlalu basah dapat menyebabkan pembusukan dan menimbulkan bau. Selain memberikan edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan percontohan tahapan budidaya maggot.
Proses tersebut mencakup persiapan lokasi dan peralatan, penyiapan media pakan, penetasan telur, pemeliharaan baby maggot, hingga fase pembesaran.
Mahasiswa juga memperkenalkan parameter yang perlu diperhatikan selama proses budidaya, seperti suhu, kelembapan, kondisi media, bau, serta keberadaan predator.
Pada tahap pembesaran, maggot diberikan pakan organik secara berkala sesuai dengan kebutuhan pertumbuhannya. Monitoring dilakukan untuk memastikan media tetap lembap dan tidak tergenang.
Maggot yang telah memasuki usia sekitar 14–18 hari dapat dipanen dan dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif sumber pakan berprotein tinggi.
Budidaya tidak hanya diarahkan pada proses produksi maggot, tetapi juga pada keberlanjutan siklusnya. Sebagian larva dapat dipelihara hingga memasuki fase pra-pupa, pupa, dan lalat BSF dewasa. Lalat dewasa kemudian dapat berkembang biak dan menghasilkan telur yang digunakan kembali dalam proses budidaya.
Aktivitas yang berlangsung selama lebih dari dua minggu tersebut menjadi bagian dari upaya KKNT IPB untuk mendorong masyarakat melihat limbah organik sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna.
Pemanfaatan limbah sebagai pakan maggot diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah sekaligus mendukung penyediaan bahan pakan yang dapat dimanfaatkan dalam budidaya.
Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan budidaya maggot secara mandiri dan berkelanjutan.
Pengetahuan yang diperoleh melalui sosialisasi dan praktik dapat menjadi dasar bagi masyarakat untuk mengelola limbah organik rumah tangga maupun lingkungan sekitar secara lebih optimal. Maggot yang dihasilkan tidak hanya berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif, tetapi juga dapat mendukung efisiensi biaya dalam budidaya perikanan.
Dengan demikian, pemanfaatan limbah organik melalui budidaya maggot dapat memberikan manfaat ganda, yaitu mengurangi permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai guna limbah.
Ke depan, praktik tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara berkelompok melalui kolaborasi masyarakat dan kelompok pembudidaya ikan setempat.
Melalui rangkaian edukasi dan percontohan tersebut, KKNT IPB Desa Kondangjajar berupaya membangun pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan budidaya maggot secara sederhana.
Keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat mendukung pemanfaatan limbah organik secara lebih produktif serta memperkuat keterkaitan antara pengelolaan lingkungan dan pengembangan potensi perikanan di Desa Kondangjajar.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


