Program Studi Teknik Informatika S-1 Universitas Pamulang (UNPAM) kembali mencatatkan kabar prestasi melalui inovasi bernama PosDigi yang dikembangkan oleh mahasiswanya.
Inovasi tersebut berhasil meraih Juara 2 kategori umum/mahasiswa dalam Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-14 Tingkat Kota Tangerang Selatan Tahun 2026, sebuah ajang tahunan yang menjadi wadah bagi para inovator lokal untuk unjuk gagasan.
Penutupan sekaligus pengumuman pemenang berlangsung di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan pada Rabu, 3 Juni 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Bappelitbangda itu mempertemukan inovator dari kalangan masyarakat umum, mahasiswa, dan pelajar dalam satu panggung kompetisi yang cukup bergengsi di tingkat kota.
Lomba TTG memang bukan sekadar ajang seremonial. Setiap tahunnya, kompetisi ini dirancang sebagai ruang bagi warga, terutama generasi muda, untuk menghadirkan solusi teknologi yang efektif, mudah diterapkan, ramah lingkungan, memiliki nilai ekonomis, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan menekankan bahwa kemajuan teknologi semestinya tidak hanya dinilai dari kecanggihan perangkat semata, melainkan dari sejauh mana inovasi tersebut mampu menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat sehari-hari.

Digitalisasi Layanan Posyandu
Berdasarkan publikasi resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan, PosDigi diperkenalkan oleh Eko, mahasiswa Universitas Pamulang.
Inovasi ini mengusung gagasan transformasi digital layanan posyandu berbasis web, dengan tujuan utama membantu proses monitoring kesehatan ibu dan anak yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual di sejumlah posyandu.
Posyandu selama ini menjadi garda terdepan dalam layanan kesehatan dasar di tingkat masyarakat, terutama untuk memantau tumbuh kembang balita, status gizi, hingga kesehatan ibu hamil dan menyusui.
Namun demikian, pencatatan yang masih berbasis kertas kerap menimbulkan tantangan tersendiri, mulai dari risiko data yang hilang atau rusak, sulitnya melakukan rekapitulasi, hingga keterbatasan akses informasi bagi kader maupun tenaga kesehatan saat dibutuhkan secara cepat.
Melalui PosDigi, proses pencatatan dan pemantauan tersebut diarahkan untuk dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan mudah diakses melalui platform berbasis web.
Arah pengembangan PosDigi menunjukkan bahwa teknologi informasi dapat diterapkan pada kebutuhan yang dekat dengan masyarakat, termasuk layanan kesehatan dasar di lingkungan posyandu.
Ini menjadi bukti bahwa inovasi teknologi tidak selalu harus berskala besar atau rumit untuk dapat memberikan dampak yang berarti, selama inovasi tersebut lahir dari pemahaman yang tepat terhadap kebutuhan pengguna di lapangan.
Proses Seleksi yang Ketat
Pencapaian PosDigi diraih setelah melalui proses seleksi yang tidak singkat. Pada tahap awal, panitia menerima 30 proposal dari berbagai kalangan peserta. Dari jumlah tersebut, hanya 25 peserta yang berhasil lolos untuk mempresentasikan inovasinya secara langsung di hadapan dewan juri dan masyarakat yang hadir.
Lomba ini sendiri dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu kategori umum/mahasiswa dan kategori pelajar, sehingga persaingan di masing-masing kategori berlangsung cukup ketat.
Pada kategori umum/mahasiswa, Juara 1 diraih oleh Tauhid Ma’ruf dari Universitas Pamulang melalui inovasi Drainsentri Early Warning System. PosDigi kemudian menempati posisi kedua, sedangkan Juara 3 diraih oleh Ifan Hadi Basit dari Institut Teknologi Indonesia dengan inovasi kompor ramah lingkungan berbahan dasar minyak jelantah.
Menariknya, dua dari tiga posisi teratas kategori umum/mahasiswa diisi oleh perwakilan Universitas Pamulang, yang menunjukkan konsistensi kampus ini dalam mendorong mahasiswanya berkompetisi di ajang inovasi teknologi tepat guna.
Ruang Penerapan Kompetensi Teknik Informatika
Kehadiran PosDigi dalam kompetisi ini memperlihatkan betapa luasnya ruang penerapan kompetensi yang dipelajari mahasiswa Teknik Informatika. Pengetahuan mengenai pengembangan sistem berbasis web tidak hanya dapat diarahkan untuk kebutuhan komersial atau industri. Namun, juga dapat digunakan untuk mendukung pelayanan publik dan turut membantu penyelesaian persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat.
Dalam konteks pendidikan tinggi, capaian ini menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa dapat menghubungkan kemampuan teknis yang dipelajari di bangku kuliah dengan persoalan konkret di lapangan.
Kemampuan merancang sistem, membangun basis data, hingga merancang antarmuka yang ramah pengguna, pada akhirnya dapat diarahkan untuk hal-hal yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, bukan sekadar menjadi materi teori di ruang kelas.
Prestasi PosDigi juga menambah catatan positif bagi mahasiswa Program Studi Teknik Informatika S-1 UNPAM dalam berbagai ajang inovasi. Laman resmi Program Studi Teknik Informatika UNPAM turut menempatkan pencapaian ini sebagai salah satu berita prestasi mahasiswa.
Publikasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk berani menguji gagasan, mempresentasikan karya di depan publik, dan berkompetisi secara terbuka dengan peserta dari berbagai latar belakang.

Harapan untuk Pengembangan Lanjutan
Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap inovasi-inovasi yang muncul dalam lomba TTG tidak berhenti hanya sebagai karya kompetisi semata. Setiap gagasan yang telah dihasilkan didorong untuk terus disempurnakan agar semakin adaptif, tepat guna, dan berpotensi diterapkan secara lebih luas di tengah masyarakat.
Harapan tersebut tentu relevan bagi pengembangan PosDigi ke depannya, terutama agar konsep digitalisasi layanan posyandu ini dapat terus dikaji lebih lanjut berdasarkan kebutuhan pengguna dan kondisi pelayanan yang sebenarnya di lapangan.
Pengembangan lanjutan seperti uji coba di beberapa posyandu, penyempurnaan fitur berdasarkan masukan kader kesehatan, hingga potensi integrasi dengan sistem kesehatan yang lebih luas, bisa menjadi langkah selanjutnya agar manfaat PosDigi dapat dirasakan secara lebih nyata dan berkelanjutan.
Capaian Juara 2 ini menjadi pengingat bahwa inovasi mahasiswa dapat tumbuh dari persoalan yang tampak sederhana, namun tetap memiliki dampak penting bagi masyarakat.
Melalui kreativitas, kemampuan teknis, dan keberanian untuk mengikuti kompetisi, mahasiswa Teknik Informatika UNPAM diharapkan terus menghasilkan karya-karya yang relevan dengan perkembangan teknologi, sekaligus memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar mereka.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


