wajah baru ikan asin kronjo melalui pelatihan pengemasan dan pemasaran digital - News | Good News From Indonesia 2026

"Wajah Baru" Ikan Asin Kronjo Melalui Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Digital

"Wajah Baru" Ikan Asin Kronjo Melalui Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Digital
images info

Pelaksanaan Pelatihan Pengemasan dan Digital Marketing di Desa Kronjo | Foto: Tim PPK Ormawa HIMITEKA 2026


Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, masih banyak pelaku usaha di wilayah pesisir yang menghadapi tantangan dalam memasarkan produknya. Tidak sedikit hasil olahan perikanan yang sebenarnya memiliki kualitas baik, namun belum mampu bersaing di pasaran karena terkendala kemasan yang sederhana maupun keterbatasan akses terhadap pemasaran digital. Berangkat dari kondisi tersebut, Tim PPK Ormawa HIMITEKA IPB University kembali hadir di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (16/07/26) untuk melanjutkan rangkaian program Samudera Bahari.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat pesisir yang berfokus pada peningkatan nilai tambah hasil perikanan lokal. Setelah sebelumnya mendampingi masyarakat dalam mengolah ikan tembang menjadi produk dendeng ikan asin, kali ini perhatian tim diarahkan pada dua aspek yang tidak kalah penting dalam membangun sebuah usaha, yaitu pengemasan produk dan pemasaran digital.

Bagi sebuah produk, kualitas rasa memang menjadi faktor utama. Namun di era persaingan pasar saat ini, kemasan menjadi "wajah pertama" yang menentukan ketertarikan calon pembeli. Oleh karena itu, bersama kelompok ibu-ibu Desa Kronjo, tim Samudera Bahari melakukan proses pengemasan ulang produk ikan asin agar tampil lebih menarik, higienis, dan siap dipasarkan.

baca juga

Produk ikan asin dikemas menggunakan standing pouch berukuran 250 gram yang praktis dan mampu menjaga kualitas produk. Agar memiliki identitas yang kuat, setiap kemasan juga dilengkapi dengan stiker label yang dirancang khusus oleh tim PPK Ormawa HIMITEKA. Label tersebut tidak hanya memuat identitas produk, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun citra produk olahan khas Desa Kronjo agar lebih mudah dikenal masyarakat luas.

Menyaksikan perubahan sederhana tersebut menghadirkan kebanggaan tersendiri. Produk yang sebelumnya dipasarkan secara konvensional kini tampil lebih profesional dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Langkah kecil ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.

Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pemasaran digital melalui platform e-commerce. Sebanyak ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok usaha diajak mengenal berbagai marketplace, mulai dari Shopee hingga TikTok Shop. Bagi sebagian peserta, istilah seperti toko digital, katalog produk, maupun transaksi daring masih terdengar baru. Meski demikian, rasa ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi membuat suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif bertanya, mencoba setiap tahapan, hingga berdiskusi mengenai cara memasarkan produk kepada konsumen di luar wilayah Kronjo.

Sebagai hasil nyata dari pelatihan tersebut, berhasil dibuat akun resmi Shopee yang nantinya akan menjadi etalase digital bagi berbagai produk olahan hasil laut masyarakat Desa Kronjo. Kehadiran toko daring ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kelompok ibu-ibu untuk mulai memasarkan produk secara mandiri, menjangkau konsumen yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing UMKM pesisir di tengah perkembangan ekonomi digital.

Lebih dari sekadar mengajarkan cara menggunakan aplikasi atau mendesain kemasan, kegiatan ini menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri masyarakat dalam mengembangkan usahanya. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan melalui inovasi produk, branding, dan pemasaran digital.

baca juga

Melalui program Samudera Bahari, Tim PPK Ormawa HIMITEKA IPB University berharap potensi perikanan lokal Desa Kronjo tidak berhenti sebagai hasil tangkapan semata, melainkan mampu berkembang menjadi produk bernilai tambah yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ketika produk lokal mulai memiliki identitas, kemasan yang lebih baik, dan akses menuju pasar digital, terbuka peluang baru bagi masyarakat pesisir untuk tumbuh bersama perubahan zaman tanpa meninggalkan potensi yang telah mereka miliki sejak lama.

Perjalanan Samudera Bahari tentu belum berakhir. Masih banyak tahapan pendampingan yang akan dilakukan bersama masyarakat Desa Kronjo. Namun setiap proses yang dilalui menjadi pengingat bahwa pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan pelatihan, melainkan tentang berjalan bersama masyarakat hingga mereka mampu berdiri dan berkembang secara mandiri. Semoga langkah-langkah kecil yang dimulai dari dapur-dapur rumah warga hari ini dapat menjadi awal lahirnya produk perikanan unggulan Desa Kronjo yang dikenal lebih luas di masa mendatang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.