apa itu waico organisasi ai global baru yang ikut didirikan oleh indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Apa Itu WAICO? Organisasi AI Global Baru yang Ikut Didirikan oleh Indonesia

Apa Itu WAICO? Organisasi AI Global Baru yang Ikut Didirikan oleh Indonesia
images info

WAICO | Komdigi


Indonesia menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Keikutsertaan Indonesia dalam organisasi kerja sama kecerdasan buatan ini ditandai dengan penandatanganan dokumen pendirian WAICO di Shanghai, Tiongkok, Kamis (16/7/2026).

Bergabungnya Indonesia dalam WAICO merupakan komitmen untuk membangun tata keloa dan kaidah pengembangan kecerdasan buatan. AI yang semakin masif digunakan di era modern ini harus dimanfaatkan dengan tanggung jawab penuh dan memberikan manfaat bagi siapa pun penggunanya.

Apa Itu WAICO?

WAICO adalah organisasi kerja sama antarpemerintah internasional yang dibentuk untuk mendorong kolaborasi global dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan (AI). Organisasi ini bersifat independen dan nirlaba dan beroperasi di bawah kerangka kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan markas besar yang berlokasi di Shanghai, Tiongkok.

Cikal bakal organisasi ini pertama kali diusulkan pada Juli 2025 dan ditegaskan kembali oleh Presiden Xi Jinping dalam pertemuan APEC di tahun yang sama. Pendiriannya secara resmi ditandai dengan penandatanganan dokumen di Shanghai pada 16 Juli 2026, bertepatan dengan penyelenggaraan World Artificial Intelligence Conference (WAIC).

Sebagai organisasi internasional, WAICO dirancang terbuka bagi seluruh negara berdaulat dengan orientasi utama pada pembangunan dan kepentingan negara-negara di belahan dunia selatan (Global South).

baca juga

Apa Fungsi Didirikannya WAICO?

Fungsi utama WAICO adalah menjadi wadah bagi negara-negara anggota untuk menyusun tata kelola AI global yang inklusif, aman, tepercaya, dan berpusat pada manusia. Organisasi ini berkomitmen memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta memperluas akses terhadap layanan dan teknologi AI bagi seluruh bangsa.

WAICO memiliki prinsip AI for Good and for All. Prinsip ini bertujuan agar kemajuan teknologi ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui WAICO, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan digital (digital divide) antarnegara. Organisasi ini dapat menjadi sarana kolaborasi yang saling memberdayakan.

Di sisi lain, WAICO juga berperan dalam penguatan koordinasi strategi pengembangan, penetapan etika AI, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

WAICO didirikan oleh 29 negara yang mewakili berbagai kawasan mulai dari Asia, Afrika, hingga Amerika Latin. Di kawasan Asia Tenggara, ada pua Malaysia, Kamboja, Myanmar, dan Laos yang bergabung. Uniknya, negara-negara WAICO merupakan negara-negara Global South yang tengah berkembang.

Sebagai tambahan, negara-negara pendiri WAICO di antaranya Algeria, Belarus, Brazil, Kamboja, Kamerun, Tiongkok, Kongo, Kuba, Ethiopia, dan Indonesia. Ada pula Kazakhstan, Kenya, Kyrgyzstan, Laos, Lesotho, Malaysia, Mozambik, Myanmar, Nikaragua, serta Oman.

Selain itu, Pakistan, Rusia, Senegal, Serbia, Afrika Selatan, Tajikistan, Uzbekistan, Venezuela, dan Zambia juga masuk dalam daftar. Hal ini menunjukkan semangat kolektif internasional untuk memastikan bahwa masa depan AI tidak hanya didominasi oleh segelintir perusahaan teknologi global atau negara tertentu saja.

baca juga

Dampak WAICO untuk Indonesia

Bagi Indonesia, keterlibatan sebagai negara pendiri menjadi momentum emas untuk memperkuat ekosistem digital nasional agar selaras dengan praktik terbaik internasional. Partisipasi aktif ini diproyeksikan mampu menarik investasi di sektor teknologi bernilai tambah tinggi dan mempercepat transformasi ekonomi digital.

Keterlibatan ini adalah komitmen untuk membangun kaidah pengembangan AI yang bertanggung jawab. Dengan memiliki akses pertama pada tata kelola global, Indonesia berpeluang besar untuk melindungi kepentingan nasional dan memastikan teknologi AI memberikan manfaat bersama.

Di sisi lain, kolaborasi lintas negara ini juga sangat penting untuk memperkuat fondasi AI nasional. Besar harapan agar perkembangan ekosistem AI dapat berjalan dengan inklusif dan bertanggung jawab.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.