penguatan karakter etis siswa melalui literasi digital di smk tunas media - News | Good News From Indonesia 2026

Penguatan Karakter Etis Siswa melalui Literasi Digital di SMK Tunas Media

Penguatan Karakter Etis Siswa melalui Literasi Digital di SMK Tunas Media
images info

Dokumentasi Kegiatan PKM Bersama Siswa/i SMK Tunas Media


Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi generasi muda.

Saat ini media sosial sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari para pelajar, termasuk siswa SMK. Berbagai platform seperti Instagram, TikTok, X, dan YouTube tidak hanya digunakan untuk mencari hiburan, tetapi juga untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan menunjukkan kreativitas.

Melalui media sosial, siswa dapat dengan mudah memperoleh informasi dan menjalin hubungan dengan banyak orang.

Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, penggunaan media sosial yang tidak bijak juga dapat menimbulkan berbagai masalah yang berdampak negatif bagi pengguna maupun lingkungan sekitarnya.

Salah satu masalah yang sering terjadi adalah cyberbullying atau perundungan siber, penyebaran berita palsu (hoaks), ujaran kebencian, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Tidak sedikit pelajar yang terlibat dalam permasalahan tersebut, baik sebagai pelaku maupun korban. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan menggunakan teknologi belum tentu diikuti dengan pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab dalam dunia digital.

Oleh karena itu, literasi digital menjadi hal yang sangat penting untuk diberikan kepada siswa agar mereka mampu menggunakan media sosial secara lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Berdasarkan kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Pelatihan Literasi Digital untuk Membentuk Karakter Etis dan Tanggung Jawab Siswa dalam Bermedia Sosial di SMK Tunas Media".

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai penggunaan media sosial yang baik, aman, dan bertanggung jawab. Selain itu juga semoga dapat menumbuhkan sikap kritis dalam menerima informasi serta meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya etika dalam berinteraksi di ruang digital.

baca juga

Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan metode yang interaktif agar siswa dapat berpartisipasi secara aktif selama proses pembelajaran. Materi yang diberikan meliputi pengenalan literasi digital, etika bermedia sosial, keamanan data pribadi, serta cara mengenali dan menghindari berita hoaks.

Selain penyampaian materi, siswa juga diajak berdiskusi mengenai berbagai kasus yang sering terjadi di media sosial. Melalui sesi tersebut, siswa dapat memahami dampak yang mungkin muncul akibat penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab.

Untuk meningkatkan pemahaman peserta, tim PKM juga mengadakan simulasi sederhana mengenai cara memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain. Siswa diberikan beberapa contoh berita yang beredar di internet, kemudian diminta untuk menilai apakah informasi tersebut dapat dipercaya atau tidak.

Kegiatan ini mendapat respons yang sangat baik karena siswa merasa materi yang diberikan dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Dokumentasi Kegiatan PKM Foto Kelompok 2

Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga privasi akun media sosial dan risiko yang dapat muncul apabila data pribadi disebarkan secara sembarangan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan berlangsung, terlihat adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai literasi digital. Sebelum pelatihan, banyak siswa yang mengaku sering membagikan informasi tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.

baca juga

Setelah mengikuti pelatihan, siswa menjadi lebih memahami pentingnya melakukan pengecekan informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Mereka juga lebih memahami bahwa setiap unggahan, komentar, maupun aktivitas yang dilakukan di media sosial dapat meninggalkan jejak digital yang berdampak pada masa depan.

Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan pengaruh positif terhadap sikap siswa dalam menggunakan media sosial. Banyak peserta menyampaikan bahwa mereka akan lebih berhati-hati dalam membuat unggahan dan lebih menghargai privasi orang lain.

Guru yang mendampingi juga memberikan tanggapan positif dan berharap program serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar kesadaran siswa mengenai literasi digital terus meningkat.

 

 

 

 

Penulis: Adinda Roslianda, Atha Syah Putri, dan Raja Ananda Syafrizal.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.