30 tahun rawat pala pak aan dan kkn t ipb buktikan desa sadeng bisa go internasional - News | Good News From Indonesia 2026

30 Tahun Rawat Pala, Pak Aan dan KKN-T IPB Buktikan Desa Sadeng Bisa Go Internasional

30 Tahun Rawat Pala, Pak Aan dan KKN-T IPB Buktikan Desa Sadeng Bisa Go Internasional
images info

30 Tahun Rawat Pala, Pak Aan dan KKN-T IPB Buktikan Desa Sadeng Bisa Go Internasional


Di tengah hamparan hijau Desa Sadeng, aroma khas rempah menyambut siapa pun yang melintas di kebun pala milik Pak Aan. Lebih dari tiga dekade pria paruh baya ini menghabiskan hari-harinya bersama tanaman pala, merawat setiap pohon dengan kesabaran yang lahir dari kecintaan mendalam terhadap tanah leluhurnya.

Kini, buah dari ketekunannya telah melampaui batas desa — produk pala dari Desa Sadeng berhasil menembus pasar Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

Mulai dari Nol di Era 1990-an

Perjalanan Pak Aan bersama pala bermula sekitar tahun 1990-an, ketika komoditas ini belum banyak dilirik petani lain. Dengan modal terbatas dan lahan yang tidak luas, ia memulai usaha bertani pala seorang diri. Tantangan datang silih berganti — mulai dari hama tanaman, ketidakstabilan harga di pasaran, hingga minimnya pengetahuan tentang pengolahan hasil panen.

“Saya mulai tanam pala waktu masih muda. Banyak orang bilang rugi, hasilnya lama. Tapi saya yakin, kalau dirawat dengan sabar, pala pasti memberikan hasil yang baik.” — Pak Aan, Petani Pala Desa Sadeng

Keyakinan itu terbukti benar. Pohon-pohon pala yang ia tanam puluhan tahun lalu kini tumbuh rimbun dan produktif. Konsistensinya bertahan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan kelompok tani yang kemudian ia rintis bersama warga desa.

Dari Kebun ke Produk: Minyak, Minuman, hingga Biji Pala Ekspor

Inovasi adalah kunci keberlanjutan usaha kelompok tani pala Desa Sadeng. Saat ini, kelompok tani yang dipimpin Pak Aan menghasilkan tiga produk turunan utama dari tanaman pala:

  • Minyak Pala — diproduksi secara tradisional namun higienis, bernilai jual tinggi di pasar farmasi dan kosmetik.
  • Minuman Sari Pala — produk olahan populer di kalangan wisatawan dan konsumen lokal yang menyukai cita rasa rempah alami.
  • Biji Pala Kering — komoditas ekspor unggulan yang kini sudah dikirim langsung ke Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya.

Alhamdulillah, sekarang produk kami sudah sampai ke Arab. Dulu tidak pernah terbayangkan. Ini hasil kerja keras bersama-sama.” — Pak Aan

Peran KKN-T IPB University: Dampingi, Latih, dan Promosikan

Kehadiran mahasiswa KKN-T IPB University di Desa Sadeng membawa angin segar bagi kelompok tani pala. Para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi aktif terlibat dalam pendampingan langsung di lapangan. Mereka membantu pemetaan potensi produk lokal, menyusun strategi pemasaran digital, serta mendokumentasikan seluruh proses produksi dari hulu ke hilir.

Dalam program KKN-T ini, mahasiswa IPB University juga mengadakan pelatihan pengolahan produk pala bagi anggota kelompok tani, termasuk cara pengemasan yang menarik dan standar kualitas yang sesuai permintaan pasar ekspor. Tim KKN-T turut membuatkan profil usaha dan konten promosi untuk menjangkau pasar lebih luas melalui media sosial dan platform e-commerce.

“Kami belajar banyak dari Pak Aan dan petani di sini. Kearifan lokal yang mereka miliki luar biasa. Tugas kami membantu mengangkat potensi ini agar bisa dikenal lebih luas dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa.” — Mahasiswa KKN-T IPB University, Desa Sadeng

Pala sebagai Identitas Masa Depan Desa Sadeng

Pak Aan dan kelompok taninya bermimpi agar pala suatu hari menjadi identitas resmi Desa Sadeng — sebagaimana kopi identik dengan Toraja atau lada identik dengan Bangka. Dengan dukungan perguruan tinggi seperti IPB University dan semangat gotong royong warga, impian itu kini terasa semakin dekat.

Kisah Pak Aan adalah bukti nyata bahwa ketekunan, solidaritas, dan keterbukaan terhadap inovasi adalah kunci keberhasilan petani di era modern. Tiga dekade bukan waktu yang singkat — namun bagi Pak Aan, setiap tahunnya adalah pelajaran berharga yang membentuk dirinya dan komunitasnya menjadi lebih kuat, lebih tangguh, dan semakin berdaya.

Dengan sinergi antara kearifan lokal dan ilmu pengetahuan yang dibawa mahasiswa KKN-T IPB University, masa depan pala Desa Sadeng menjanjikan kemakmuran bagi seluruh masyarakat yang bahu-membahu menjaga warisan rempah nusantara ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

GA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.