Siapa bilang urusan perjodohan dan resepsi pernikahan yang meriah hanya untuk manusia? Di Jepang, tepatnya di Kebun Binatang Tobe (Tobe Zoo), Prefektur Ehime, sebuah "pernikahan" unik baru saja digelar untuk sepasang orangutan Kalimantan bernama Jennifer dan Hayato
Acara ini berlangsung di tanggal cantik, yakni di hari Sabtu (6/6/2026). Pernikahan orangutan Kalimantan ini bukan sekadar tontonan, melainkan simbol kuat dari kerja sama konservasi internasional antara Indonesia dan Jepang.
Jennifer adalah orangutan betina berusia 15 tahun yang berasal dari Taman Safari Indonesia. Ia didatangkan ke Negeri Sakura pada Desember 2025 sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan genetik spesiesnya.
Sementara itu, Hayato merupakan seekor orangutan Kalimantan jantan berusia sebaya dengan Jennifer. Ia lahir dan dibesarkan di Jepang.
Simbol Kerja Sama Konservasi Dua Negara
Kehadiran Jennifer di Jepang merupakan hasil dari program international collaborative breeding loan. Hal ini merupakan langkah strategis yang didasarkan pada perjanjian konservasi satwa liar yang ditandatangani oleh Pemerintah Prefektur Ehime dengan Indonesia pada tahun 2024.
Melalui kesepakatan ini, kedua negara berkomitmen untuk saling mendukung dalam pelestarian satwa, mengingat populasi orangutan di fasilitas penangkaran Jepang terus menurun dalam satu dekade terakhir.
Kerja sama ini sangat krusial. Orangutan Kalimantan saat ini menghadapi ancaman serius di habitat aslinya akibat perubahan lingkungan dan faktor lainnya.
Dengan memasangkan Jennifer dan Hayato, para ahli berharap dapat meningkatkan populasi orangutan Kalimantan di masa depan. Hubungan mereka pun diharapkan menjadi jembatan diplomasi lingkungan yang mempererat persahabatan antara Indonesia dan Jepang.
Dukungan Publik yang Luar Biasa
Merangkum dari berbagai sumber, antusiasme masyarakat Jepang terhadap "pengantin baru" ini luar biasa. Untuk mendukung kesuksesan perjodohan ini, pengelola kebun binatang melakukan penggalangan dana atau crowdfunding.
Penggalangan dana yang digelar pada 16 April-21 Mei 2026 berhasil terkumpul hingga 12,55 juta yen. Jumlah ini sama dengan sekitar Rp 1,4 miliar (dengan kurs saat itu). Uniknya, jumlah ini melampaui target awal sebesar 10 juta yen.
Dana yang terkumpul ini akan digunakan untuk meningkatkan fasilitas konservasi bagi kedua orangutan tersebut. Prioritas utamanya adalah pengadaan peralatan medis esensial, seperti alat analisis hormon, kamera pengawas 24 jam untuk memantau perilaku mereka.
Tak hanya itu, pengelola juga akan mengalokasikan alat ultrasonografi (USG) untuk memantau kesehatan reproduksi Jennifer nantinya. Selain itu, sebagian dana digunakan untuk membuat ayunan khusus di kandang mereka demi meminimalisir stres pada satwa.
Resepsi Berbalut Budaya Nusantara
Upacara perkenalan atau "resepsi" Jennifer dan Hayato di Jepang terasa “sangat Indonesia” berkat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo dan Asosiasi Persahabatan Ehime-Indonesia.
Pengunjung yang datang disuguhi penampilan alat musik tradisional angklung, tari-tarian tradisional, hingga kesempatan untuk berfoto mengenakan pakaian adat Indonesia. Tak ketinggalan, berbagai kuliner khas Nusantara juga dihadirkan untuk memanjakan lidah masyarakat Jepang yang hadir. Bahkan, ada toko pop-up yang menjual barang-barang lucu bertema Jennifer dan Hayato hasil karya ilustrator lokal.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


