Alih-alih membuat motor listrik untuk kebutuhan harian, para siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta malah memilih tantangan yang lebih sulit. Mereka mengembangkan motor drag listrik, yakni motor yang dirancang khusus untuk balapan drag race atau adu kecepatan di lintasan lurus dengan jarak pendek.
Berbeda dengan motor yang digunakan sehari-hari, motor drag tidak dirancang untuk perjalanan jauh atau bermanuver di tikungan. Seluruh komponennya difokuskan untuk melesat secepat mungkin dalam waktu singkat. Karena itu, bobot kendaraan dibuat seringan mungkin, posisi berkendara lebih rendah, dan sistem penggeraknya dioptimalkan untuk menghasilkan akselerasi tinggi.
Motor Harian Listrik Sudah Biasa, Coba yang Lebih Menantang
Pilihan membuat motor drag listrik oleh para siswa ini bukan tanpa alasan. Menurut Ketua Jurusan Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Hindro Harimawan, motor listrik harian sudah banyak dikembangkan. Oleh karena itu, timnya ingin menghadirkan sesuatu yang lebih menantang.
"Karena kalau motor buat sehari-hari itu sudah terlalu banyak. Bahkan sudah ada sepeda listrik. Kalau bikin seperti itu rasanya biasa saja, kurang heboh. Jadi biar motor yang kecepatannya tinggi," kata Hindro, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Tak hanya itu, mereka juga ingin menghadirkan kendaraan yang tidak bergantung pada BBM.
"Jadi motor listrik itu kan kita ingin punya inovasi. Jadi membuat alat transportasi atau yang sering digunakan masyarakat, tapi tanpa BBM. Soalnya stok BBM lama-lama juga nipis, terus harganya semakin naik. Nah, kita buat motor yang minimal bisa menyamai kecepatannya dengan motor berbahan bakar BBM," kata Hindro.
Gagasan itu ternyata langsung mendapat sambutan positif dari para siswa. Bagi mereka, dunia otomotif bukan hal asing. Sebagian sudah terbiasa memodifikasi, memperbaiki, hingga membuat komponen motor sendiri.
Tantangan itulah yang kemudian melahirkan Mugatech. Motor listrik racikan siswa tersebut dirancang layaknya motor drag profesional, dengan fokus pada kecepatan dan performa.
Hasilnya pun tidak kalah unggul dengan motor profesional. Saat diuji di lintasan lurus sepanjang sekitar 201 meter di kawasan Pantai Depok, Bantul, motor itu mampu mencatatkan kecepatan hingga 134,4 km/jam.
Spesifikasi Mugatech, Motor Drag Rancangan Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta
Motor ini menggunakan baterai lithium 72V 40Ah, motor listrik tipe mid-drive BLDC 4.000 watt, serta controller 72V 200A yang mampu menghasilkan daya hingga sekitar 14.400 watt.
Secara teori, konfigurasi tersebut diperkirakan mampu menghasilkan kecepatan sekitar 90 hingga 120 km/jam, tergantung rasio gear yang digunakan. Rasio gear sendiri adalah perbandingan putaran antara motor penggerak dan roda. Pengaturan yang tepat dapat membantu kendaraan memperoleh akselerasi lebih baik atau mencapai kecepatan puncak yang lebih tinggi.
Namun hasil pengujian menunjukkan angka yang lebih tinggi. Saat diuji di Pantai Depok, Mugatech mampu menembus kecepatan 134,4 km/jam. Hasil tersebut melampaui performa teoritis yang sebelumnya diperkirakan.
Meski sudah berhasil menembus angka 134 km/jam, tim pengembang belum merasa puas. Target berikutnya adalah meningkatkan kecepatan hingga 145 km/jam melalui penyempurnaan rasio gear dan peningkatan kapasitas baterai.
"Ini masih kita kembangkan, karena kami belum puas dengan hasil sekarang. Kemarin itu sebenarnya masih bisa dimaksimalkan. Ke depannya sebetulnya bisa mencapai 145 km/jam. Sekarang yang tercatat masih sekitar 134 km/jam," ujar Hindro.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


